Minggu , 29 November 2020

Pesan Teten untuk Alfian Tanjung: Stop Sebar Isu Artifisial

JAKARTA,Rajawalipost.com – Polisi telah menetapkan Alfian Tanjung sebagai tersangka terkait ceramahnya yang berisi tentang PKI di Masjid Mujahidin, Surabaya. Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki berharap Alfian Tanjung berhenti memproduksi isu buatan.

“Ya kita tunggulah proses di kepolisian,” kata Teten saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Teten sendiri merupakan salah seorang yang melaporkan Alfian Tanjung ke polisi. Teten merasa, Alfian menyampaikan ceramah berisi fitnah yang menyebut dirinya sebagai kader PKI dan Istana Kepresidenan berisi orang-orang pendukung PKI.

“Saya kira kan juga yang menuduh Pak Jokowi PKI kan sudah dihukum tiga tahun. Mudah-mudahan dengan proses hukum (Alfian tanjung) ini, ini pihak-pihak yang menciptakan isu-isu artifisial dengan anti Islam, antek China, atau isu pro PKI, ini berhentilah,” kata Teten.

Teten mengatakan, pemerintah tidak melarang siapapun untuk menyampaikan kritik. Namun kritik tersebut haruslah yang membangun dan tidak rekayasa (artifisial).

“Saya kira kalau kritik sebaiknya diarahkan ke kinerja pemerintah, supaya betul-betul ada perbaikan untuk masyarakat. Kalau isu-isu artifisal seperti itu ya menurut saya mubazir lah,” katanya.

Dengan penetapan status hukum tersebut, Teten berharap Alfian bisa introspeksi diri dan berhenti menuding pemerintah sebagai pro PKI.

“Jadi menurut saya, mudah-mudahan dengan diproses ini, tadi kan yang penulis buku ‘undercover’ kan sudah divonis tiga tahun. Ini Alfian Tanjung yang terus menuding saya, Pak Presiden ini PKI ini mudah-mudahan berhenti lah. Ini saya kira tadi saya melihat ada tiga isu artifisial yang diarahkan ke Istana, ke pemerintah. Satu, anti Islam, kedua antek China, ketiga pro PKI. Ini menurut saya sebaiknya dihentikan, ini tidak produktif demokrasi kita dikotori oleh isu-isu yang tidak benar. Lebih baik diarahkan masyarakat ke hal yang produktif,” katanya.

“Ya kritik program, kritik kinerja pemerintah. Itu saya kira ada gunanya untuk melecut pemerintah supaya lebih produktif, untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

DETIKNEWS.com (jor/fjp)

About rajawalipost

Check Also

Tangkapan Ditnarkoba Polda Sulteng Sabu 25 Kg Di Sidangkan

PALU,Rajawalipost – Pengadilan Negeri klas 1A PHI/Tipikor/Palu, akan melaksanakan sidang perkara narkotika 25 kilogram (kg) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *