Rabu , 23 September 2020

Ceramah SARA, Alfian Tanjung Ditahan Bareskrim

JAKARTA,Rajawalipost.com – Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Polri menahan Alfian Tanjung, Selasa dini hari (30/5) setelah memeriksa sejak Senin (29/5). Alfian ditahan buntut laporan Sudjatmiko, warga Surabaya, ke Bareskrim Polri. Yang dipermasalahkan adalah isi ceramah dalam kuliah subuh oleh Alfian.

Materinya tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Partai Komunis China. Ceramah itu dilakukan di Masjid Mujahidin di Jalan Perak Barat, Surabaya, Jawa Timur. Belakangan ceramah yang dilakukan 26 Februari 2017 itu juga diunggah di YouTube sehingga dilaporkan ke Bareskrim pada 11 April lalu.

“Pelaku kita tahan karena memenuhi unsur tindak pidana menyebarkan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan dan atau diskriminasi ras dan etnis,” kata Direktur Tipidum Brigjen Herry Rudolf Nahak saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (30/5).

Alfian juga dijerat tuduhan orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang bertujuan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan golongan (SARA).

Ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 KUHP & Pasal 16 Jo. Pasal 4 huruf b angka 2 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi ras dan etnis dan Pasal 45A ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelum ditahan Alfian sebenarnya datang diperiksa sebagai saksi terlapor. Ini merupakan pemeriksaan kali pertama sebagai saksi akan tetapi kemudian statusnya ditingkatkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.

Alfian juga sempat disomasi sejumlah pihak sebelumnya termasuk oleh kepala staf presiden Teten Masduki.

Dalam video berdurasi 0:46 menit bertajuk “Alfian Tanjung: Istana Negara Jadi Sarang PKI Sejak Mei 2016” yang tersebar di jejaring You Tube, Alfian menuding Istana Negara telah dikuasai sejumlah orang yang merupakan kader PKI.

Ia menyebut beberapa nama seperti Teten Masduki, Budiman Sudjatmiko, Waluyo Jati, Nezar Patria dan lainnya, menjadikan Istana Negara sebagai tempat rapat rutin setiap hari kerja di atas 20.00 WIB malam.

Farouk Arnaz/Bayu Marhaenjati/YUD

BeritaSatu.com

About rajawalipost

Check Also

Terpidana Kasus Tabung Gas Elpiji Tidak SNI Segera Dieksekusi

PALU,Rajawalipost.com – JPU selaku eksekutor segera mengeksekusi terpidana Direktur Utama (Dirut) PT Maju Teknik Utama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *