Rabu , 23 September 2020

Danrem 132/Tadulako himbau Warga Parimo Tetap Tenang 

PARIMO,Rajawalipost.com – Efek tekanan dari Satgas Ops Tinombala oleh pihak Kepolisian dibantu  Prajurit TNI untuk mematikan jalur logistik sisa kelompok teroris MIT pimpinan Alm. Santoso di Kab. Poso membuat kelompok ini semakin terdesak hingga mulai bergeser ke daerah pegunungan di wilayah Kab.  Parigi Moutong.
Komandan Korem 132/Tadulako Kolonel Inf Muhammad Saleh Mustafa (Dok: Penrem)

Akibat tekanan dari Satgas Tinombala ini membuat kelompok ini berusaha mempertahankan hidupnya di wilayah yang baru dengan menghalalkan segala cara walaupun harus dengan langkah membunuh masyarakat yang tidak mau memberikan logistik kepada mereka. Aksi kekerasan kelompok MIT ini dapat terlihat dengan terjadinya penembakan oleh anggota kelompok ini kepada seorang warga Desa Parigimpu di pegunungan Pora, Desa Parigimpu, Kab. Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 3 Agustus 2017 pagi, sekitar pukul 09.00 WITA. Korban adalah warga  masyarakat di desa Parigimpu, bernama Simson alias Suju, berusia 30 tahun. Korban tewas ditembak oleh kelompok OTK sisa DPO akibat melakukan perlawanan saat ditodongkan senjata laras panjang oleh kelompok tersebut yang mendatangi korban untuk meminta makan. Kejadian ini mengakibatkan timbulnya keresahan dan ketakutan  masyarakat desa yang memiliki lahan kebun dipegunungan sekitar Pegunungan Pora tersebut khususnya kepada keluarga korban,  karena korban adalah tulang punggung untuk menghidupi keluarganya.

Menyikapi kejadian ini,  Komandan Korem 132/Tadulako selaku Wakil PJKO Satgas Ops Tinombala Kolonel Inf Muhammad Saleh Mustafa dalam perbincangannya dengan  para insan media di Koramil Parigi menghimbau agar masyarakat tetap tenang,  tidak perlu takut dan khawatir,  Aparat Polri dan TNI selalu siap untuk melindungi masyarakat.  “masyarakat yang akan berkebun ke pegunungan tidak usah takut, tetaplah berkebun seperti biasa dengan body sistem jangan sendiri-sendiri, apabila di atas bertemu dengan anggota TNI dan Polri masyarakat jangan lari, laporkan tujuannya ke atas agar masyarakat tersebut dapat dilindungi oleh Aparat TNI/Polri yang ada di atas tersebut”, jelas Danrem.
Selain itu Danrem juga menghimbau agar seluruh masyarakat segera melaporkan kepada Aparat TNI/Polri ataupun Pemda setempat yang terdekat apabila melihat orang-orang yang tidak dikenal disekitarnya.
“Kami meminta masyarakat Parigi Moutong tetap tenang. Jangan terprovokasi dengan isu-isu yang muncul. Jangan takut, dan tidak usah khawatir. Kami mengimbau, jika ada orang mencurigakan untuk segera melaporkan kepada aparat keamanan, agar mempercepat penangkapan pelaku,” ujar Kolonel Saleh Mustafa mengakhiri perbincangannya.***
(REVOL-RI)

About rajawalipost

Check Also

Terpidana Kasus Tabung Gas Elpiji Tidak SNI Segera Dieksekusi

PALU,Rajawalipost.com – JPU selaku eksekutor segera mengeksekusi terpidana Direktur Utama (Dirut) PT Maju Teknik Utama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *