Kamis , 24 September 2020

Kombes Lilik : Santri Harus Perangi Hoax

PALU,Rajawalipost.Com –  Salah satu persoalan bangsa saat ini, maraknya  paham radikalisme dan  berita bohong (Hoax).  Untuk menangkal semua itu, seluruh  elemen bangsa, utamanya masyarakat Sulteng,  harus menyatakan perang terhadap hoax dan radikalisme,  karena jika hal ini dibiarkan, maka akan menimbulkan bahaya besar bagi  daerah ini serta keutuhan NKRI. Hal tersebut diungkapkan  Direktur Intelkam Polda Sulteng  Kombes Lilik Aprianto  kepada Logisnet.com, Kamis (7/6).

Menurut Dir Intelkam  peran serta masyarakat sangat di harapkan, utamanya dari kalangan tokoh agama dan masyarakat. Dan  tidak terkecuali dari kalangan  mahasiswa, pelajar utamanya dari  santriwan dan  santriwati.

Apalagi tambahnya, jelang  hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H, tentunya pelajar, mahasiswa serta  santri yang mengenyam pendidikan  di luar Sulteng  akan mudik lebaran. Nah,  kondisi ini yang bisa dimanfaatkan oleh para pelajar dan santri  dalam  mengkampanyekan anti hoax dan paham radikalisme, minimal terhadap keluarga terdekat.

“Setidaknya  ilmu yang mereka dapatkan di Pesantren,  bisa ditularkan kepada masyarakat sebagai  generasi masa depan yang akan membawa Islam Rahmatanllil alamin,  jauh dari sikap intoleran serta  tetap menjaga negara kesatuan yang berazaskan Pancasila,” tuturnya.

Ia pun menambahkan bahwa sebagai pelajar dan  santri, harus bisa menjadi bumper dalam  menangkal paham radikalisme agar tidak tersebar kepada masyarakat. Kemudian  harus mampu menjaga sikap toleransi antar sesama penganut agama serta  menjauhkan sikap intoleran sebagai cikal bakal perpecahan bangsa.

Apalagi diketahui bahwa Islam adalah  agama damai yang jauh dari kekerasan. Olehnya kata Lilik Aprianto,  kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat  bahwa budaya nusantara adalah budaya yang sesuai dengan adat ketimuran dan bisa menerima golongan siapa pun.  (Revol_RI)

About rajawalipost

Check Also

Rugikan Negara 14,5 Milyar,Kejati Sulteng Tetapkan 3 Tersangka,Ini Namanya!

PALU,Rajawalipost.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan 3 orang sebagai tersangka dalam kasus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *