Kamis , 24 September 2020

Randis Tarikan Diduga Digunakan Orang Dekat Bupati

DONGGALA,Rajawalipost.Com – Rezim penguasa kembali mempertontonkan aksi otoriter dan arogansinya dengan cara tarik paksa sejumlah Kendaraan Dinas (Randis) yang ada ditangan beberapa pejabat “Mbalelo” dan aksi inipun terus berlanjut hingga sekarang, mulai dari mobil Pejabat Eselon dilingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Donggala hingga sepeda motor yang ada ditangan Kepala Sekolah (Kepsek) di pelosok desa.
Perintah penarikan Randis roda empat (mobil) dan roda dua (sepeda motor) secara masal ini atas perintah Kasman Lassa, Bupati Donggala. Beberapa pejabat yang ditarik randisnya terpaksa numpang bareng bawahan atau rekannya untuk masuk kantor, adapula rela naik sepeda motor miliknya sendiri agar bisa masuk kerja.
Celakanya, Kebijakan penarikan sejumlah randis oleh rezim penguasa yang baru saja menang dalam kontestasi Pilkada 2018 di Donggala ini, lantaran ada bisikan dan laporan dari tim telik sandi atau spionase (mata-mata) bahwa beberapa pejabat eselon dan para Kepsek itu terindikasi diduga keras telah menyebrang ke kubu lain dan tidak loyal dalam Pilkada lalu. Akibatnya, sang penguasa mengeluarkan perintah secara otoriter dan tegas agar menarik fasilitas randis dari tangan para pejabat “nakal” yang ditengarai bermain politik praktis tersebut.
Parahnya lagi, tim penarik randis yang diperintahkan oleh Bupati Kasman Lassa yang baru terpilih untuk kedua kalinya ini tidak dibekali surat tugas dinas resmi dari atasannya untuk melaksanakan dan menjalankan perintah penarikan sejumlah randis dilapangan. Aksi penarikan randis dari tangan beberapa pejabat dan Kepsek berjalan bagaikan aksi “Begal jalanan” yang menarik paksa randis secara tidak prosedural dan diduga melanggar hukum.
Beberapa pejabat dan Kepsek sangat menyayangkan aksi penarikan randis yang dilakukan oleh oknum dari Dinas Aset tersebut, yang dinilai sangat tidak beradab dan penuh intimidasi. Mereka datang menemui kami, tanpa memperlihatkan surat perintah dan selanjutnya membawa randis pergi tanpa memberikan berita acara penarikan randis secara resmi.
Ini sama saja perilaku dan aksinya dengan preman atau debt collector (mata elang) yang disewa oleh leasing untuk mendatangi pemilik kendaraan yang lambat bayar. “Bapak tidak usah macam-macam, Kami diperintah Bos untuk menarik sepeda motor ini, silahkan datang ke kantor saja kalo mau tanya surat tugas dan berita acara penarikan,” Ujar sumber menceritakan perilaku dan ancaman dari salah seorang oknum yang ikut dalam penarikan randis itu.
Aneh tapi nyata, namun belakangan beberapa randis justru terlihat berseliweran digunakan oleh oknum yang tidak berkompeten atau yang tidak patut mengendarai mobil dinas tersebut. Seperti randis jenis Honda CRV warna hitam eks Wakil Ketua DPRD Donggala yang plat nomornya sudah diduga diganti dan hanya dikendarai oleh oknum setiap hari untuk kepentingan pribadinya. Beber sumber mengungkapkan perilaku oknum atau orang-orang dekat Kasman yang sudah menyalahgunakan fasilitas aset milik Pemkab Donggala tersebut.
Masih menurut sumber mengungkapkan bobroknya perilaku oknum yang ada disekitar Kasman, ada randis jenis Toyota Avanza plat merah tapi dipake oknum honorer. Ini ada apa sebenarnya?, seorang oknum honorer bisa membawa randis seenaknya dan lagi pula dia bukan sopir pejabat dilingkup Pemkab Donggala. Dia juga diketahui sebagai honorer yang tidak jelas statusnya karena pada saat Pilkada lalu diketahui dia sudah diberhentikan sebagai honorer karena terlibat aktif dalam kampanyenya Kasman-Yasin.
Demikian pula seorang oknum Kepala Seksi di salah Bagian Sekretariat Pemkab Donggala yang diduga memakai dan menikmati fasilitas randis secara tidak prosedural. Meskipun dirinya merupakan pejabat eselon IV tapi secara aturan belum layak menggunakan randis mobil apalagi mesin kendaraan tersebut berkapasitas besar. Hal ini berpotensi dapat terjadi penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan yang pada akhirnya bisa merugikan daerah. Pungkas sumber mengakhiri. (DAD)

About rajawalipost

Check Also

Rugikan Negara 14,5 Milyar,Kejati Sulteng Tetapkan 3 Tersangka,Ini Namanya!

PALU,Rajawalipost.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan 3 orang sebagai tersangka dalam kasus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *