Selasa , 25 Februari 2020

IBU Foundation Beri Bantuan Kepada 116 KK di Sigi

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi TUGIRAN serahkan bantuan kepada warga terdampak bencana. (Foto: Ist)

SIGI,Rajawalipost.com – Yayasan Indonesia Bhadra Utama ( IBU) Foundation melakukan pemulihan mata pencaharian dengan melakukan program kebun keluarga di dua desa yakni desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava dan desa Beka Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Selasa (3/12).

Penyalurkan bantuan tahap pertama program kebun keluarga berupa DOC Ayam Kampung Super (14 hari) sebanyak 1485 ekor, ayam kampung induk 181 ekor, dan pakan ternak 2800 kilogram.

Bantuan tersebut diterima 65 rumah tangga (RT) di Desa Sibalaya Utara dan 51 rumah tangga Desa Beka.

Program Manager Livelihood IBU Foundation, Ronald Silalahi mengatakan, kebun keluarga merupakan wahana belajar bertani dan beternak di pekarangan/lahan terbatas.

” tujuannya meningkatkan keterampilan dalam pertanian organik, menyediakan pangan dan gizi sehat serta menambah pendapatan rumah tangga bagi warga terdampak bencana, ” ujarnya.

Ia mengatakan, sebagai organisasi yang fokus pada isu-isu sosial kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.

” Hingga saat ini IBU telah mendampingi wilayah terdampak gempa, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi pada 28 September 2018 di Sulawesi Tengah, ” ujarnya.

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sigi Tugiran, menyambut baik kehadiran IBU Foundation yang telah membantu DPKH dalam mengembangkan program peternakan khususnya bagi warga terdampak bencana.

“Tenaga penyuluh peternakan kami akan siap membantu mendampingi agar Program Kebun Keluarga IBU Foundation berhasil,” kata Tugiran.

Dia menjelaskan, IBU Foundation mewajibkan setiap penerima bantuan sudah menyiapkan kandang sebelum bantuan diberikan

” Penerima bantuan juga diwajibkan membawa KTP untuk verifikasi data dan bantuan yang diberikan tidak dipungut biaya,” katanya.

Selain pemberian bantuan, IBU Foundation juga melakukan peningkatan kapasitas kepada rumah tangga penerima bantuan dalam memelihara kebun keluarga dan hewan ternak yang diberikan.

Dia berharap, seluruh penerima manfaat dapat memelihara ayam hingga bertelur, dierami dan satu kali masa panen baru boleh dijual.

” Monitoring kepada penerima bantuan setelah pemberian bantuan akan terus dilakukan untuk memastikan pakan diberikan, kebersihan kandang terjaga dan dirawat dengan baik agar dapat berhasil untuk menyumbang gizi keluarga dan menambah pendapatan keluarga.  [Hesron]

About rajawalipost

Check Also

Akibat Perkataan Tidak Santun dan Beradab,Bank Mega Digugat 1 Milyar

  PALU,Rajawalipost.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) kantor Gubernur Sulteng Meity Leong (52) penggugat mengajukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *