Selasa , 25 Februari 2020

ACT Salurkan Bantuan Bea Guru di Sulteng

 

Staf program ACT Sulteng Mustafa menyerahkan bantuan bea guru kepada salah seorang guru honorer SMAN 3 Model Sigi dikediamannya Desa Mpanau. (Foto: Ist)

 

SIGI,Rajawalipost.com – Lembaga kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT) tidak hanya fokus pemulihan pascabencana di Sulawesi Tengah (Sulteng) , namun juga fokus pada dunia pendidikan termasuk kesejahteraan guru honorer.

Dari hasil asesmen ACT di Sejumlah daerah Sulteng, masih banyak guru honorer ekonominya minim, apalagi guru honorer yang mengajar di daerah pelosok.

Melalui program Sahabat Guru Indonesia (SGI) yang digagas oleh Global Zakat-ACT, Sebanyak 39 guru di Sulawesi Tengah yang tersebar di Kabupaten Sigi, Tolitoli, Donggala, Parigi Moutong dan Kota Palu mendapatkan bantuan bea guru.

Bantuan yang disalurkan ACT itu berupa biaya hidup guru senilai Rp. 500.000 per guru.

Setelah Sebelumnya disalurkan di Kabupaten Tolitoli, Donggala dan Kota Palu, Kamis siang (5/12) giliran Kabupaten Sigi yang menjadi lokasi penyaluran bantuan bea guru, bertempat di SMA Negeri 3 Model Sigi tim ACT Sulteng menyalurkan bantuan biaya hidup kepada tiga guru honorer.

Salah seorang guru honorer yang menjadi penerima manfaat di sekolah itu, Sri Wulan mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Menurutnya bantuan ini diaharapkan dapat menambah semangat para guru-guru honorer yang ekonominya memprihatinkan.

“ Saya sangat merasa terbantu, yang tentunya bantuan ini saya akan gunakan sebaik mungkin untuk kepetingan pendidikan,” ungkapnya.

Staf Program ACT Cabang Sulawesi Tengah Mustafa mengatakan guru yang mendapatkan bantuan bea guru itu sebelumnya didata langsung oleh ACT, termasuk melihat langsung kondisi ekonomi guru tersebut.

Alumni PascaSarjana Universitas Padjajaran ini juga menyatakan dari hasil asesmen tim ACT di sejumlah wilayah di Sulteng masih banyak guru honorer yang hidupnya sangat memprihatinkan seperti di daerah-daerah pelosok.

“ Bantuan bea guru itu diharapkan dapat meringankan beban para guru honorer termasuk meningatkan spirit mereka untuk mengajar para generasi bangsa, ” Katanya dalam releas diterima media ini.

ACT terus berikhtiar agar penerima manfaat dari program SGI tersebut dapat bertambah dan menjangkau semua guru-guru honorer khususnya yang tinggal di pelosok.

Program Sahabat Guru Indonesia (SGI) diluncurkan pada 25 November 2019 lalu. Program tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi Global Zakat-ACT terhadap guru-guru di berbagai penjuru negeri yang telah mengabdikan dirinya untuk pendidikan meskipun bergaji rendah.   [Hesron]

About rajawalipost

Check Also

Akibat Perkataan Tidak Santun dan Beradab,Bank Mega Digugat 1 Milyar

  PALU,Rajawalipost.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) kantor Gubernur Sulteng Meity Leong (52) penggugat mengajukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *