Senin , 28 September 2020

Sekprov : Koordinasi dan Komunikasi antarlembaga Sinergikan Program

PALU,Rajawalipost.com – Koordinasi dan komunikasi antarlembaga mempercepat proses pemulihan dampak bencana, mengingat begitu banyak lembaga yang bekerja menangani pemulihan bencana di wilayah Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Hidayat Lamakarate mewakili Gubernur Sulteng pada acara Penandatanganan MOU Jaringan Kerja Penanggulangan Risiko Bencana Wallacea di Polibu Kantor Gubernur, Kamis(19/12).

“Koordinasi dan komunikasi bermanfaat untuk mensingkronkan dan mensinergikan program antarlembaga sehingga tidak terjadi tumpang tindih program dan memastikan program bisa bermanfaat dan bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan tepat sasaran bagi masyarakat yang terdampak,” Ujar Hidayat Lamakarate.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai lembaga, yang selama ini bekerja dalam membantu pemulihan bencana di wilayah Palu, Sigi dan Donggala.

Hidayat mengatakan, sekaitan dengan penandatangan MOU jaringan kerja penanggulangan risiko bencana Wallacea yang melibatkan lembaga lokal merupakan hal yang sangat penting, terlebih lagi pada saat masa tanggap darurat bencana begitu banyak lembaga yang bekerja dalam mempercepat proses pemulihan dampak bencana.

“Keberadaan kawan-kawan dari berbagai lembaga yang telah membantu dalam proses penanggulangan bencana telah mempercepat proses pemulihan hingga mampu bangkit sebab jika hanya melibatkan pemerintah saja mungkin proses pemulihan tidak secepat saat ini berkat begitu banyak dukungan dari berbagai lembaga,”Ungkapnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer Yayasan CARE Peduli, Bonaria Siahaan, mengatakan terbentuknya jejaring kerja penanggulangan risiko bencana wallacea merupakan refleksi dari kerja-kerja penanggulangan bencana dengan mendorong pelokalan lembaga-lembaga yang bekerja dalam penanggulangan dan mitigasi bencana.

“ Yayasan CARE peduli menyadari kerjasama dengan lembaga-lembaga lokal merupakan hal paling penting, terkait pengurangan risiko bencana mengingat lembaga lokal lebih mengenal wilayahnya dan saat ini adalah waktunya beraksi bersama untuk memperkuat kesadaran dan kemampuan masyarakat,” imbuhnya.

Jaringan kerja wallacea melakukan beberapa misi-misi penanggulangan bencana secara berkelanjutan hingga dimasa depan dengan harapan dapat mengurangi risiko bencana dari potensi korban jiwa.

Penangulangan bencana yang berkelanjutan berorientasi pada upaya membangun ketangguhan masyarakat di kawasan rawan bencana agar mampu siap siaga, merespon, maupun mengurangi dampak risiko bencana.

Proses yang akan di lakukan, antara lain membangun kapasitas tanggap darurat bencana bagi seluruh mitra jaringan, membantu masyarakat dan pemerintah membangun kesiap siagaan bencana
dan mendukung upaya mitigasi bencana. [Prokyantubagus]

About rajawalipost

Check Also

Rugikan Negara 14,5 Milyar,Kejati Sulteng Tetapkan 3 Tersangka,Ini Namanya!

PALU,Rajawalipost.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan 3 orang sebagai tersangka dalam kasus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *