Selasa , 22 September 2020
Terdakwa Korupsi Koperatif terhadap putusan kasasi (foto: Ist)

Koruptor Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Desa Sioyong dieksekusi

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Donggala di Sabang Erfandy Rusdy Quiliem,SH. MH. (Foto: Ist)

DONGGALA,Rajawalipost.com – Cabang Kejaksaan Negeri Donggala di Sabang kembali melakukan eksekusi terhadap Ahmad Mustafa terpidana korupsi dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Desa Sioyong, Kecamatan Dampelas , Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2013.

” Eksekusi tersebut dilakukan berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung Nomor 559 K/Pos.Sus/2018,” kata Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Donggala, Erfandy Rusdy Quiliem di Sabang ditemui di Kota Palu, Ahad (26/1).

Ia mengatakan, terpidana kooperatif datang ke kantor diantar keluarganya.

Selanjutnya, kata dia, Ahmad Mustafa diserahkan ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Palu pada Kamis (23/1) guna menjalani pidana kurungan.

Dia mengatakan , dalam putusan kasasi tersebut, Ahmad Mustafa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagai ” korupsi secara bersama-sama,” menjatuhkan pidana kepada Terdakwa pidana penjara 2 tahun dan pidana denda Rp. 50 juta, subsider tiga bulan kurungan. Dan membayar uang pengganti Rp 20,4 juta dikompensasikan dari uang dititipkan terdakwa.

Dengan demikian, putusan kasasi tersebut, kata dia, membatalkan putusan pengadilan tindak pidana korupsi, Pengadilan Negeri Palu Nomor 25/Pid.Sus-TPK/2017/PN Pal tanggal 19 Juni 2017 silam , yang membebaskan terdakwa.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Ahmad Mustafa 1 tahun dan 6 bulan, membayar denda Rp 50 juta, subsider

Erfandy Rusdy Quiliem menguraikan tahun 2013 Desa Sioyong, Kecamatan Dampelas mendapat dana BSPS dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekitar Rp 3 miliar diperuntukan bagi 216 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Mustafa bertindak sebagai penyedia bahan bangunan dan bukan hanya dia terlibat, turut terlibat Dedi Irawan selaku tenaga pendamping masyarakat dan H. Ahcmad selaku penyedia barang pabrikasi. (Revol)

About rajawalipost

Check Also

Rugikan Negara 14,5 Milyar,Kejati Sulteng Tetapkan 3 Tersangka,Ini Namanya!

PALU,Rajawalipost.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan 3 orang sebagai tersangka dalam kasus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *