Sabtu , 24 Oktober 2020
Keempat terpidana pengedar tabung gas 3Kg non SNI saat berada di Rumah Tahanan (Rutan) maesa Palu. (Foto: Ist)

Kejari Palu Eksekusi Empat Terpidana Pengedar Tabung Gas 3Kg Tidak SNI

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Palu Awaluddin Muhammad. (Foto: Revol)

PALU,Rajawalipost.com – Tim eksekusi Kejaksaan Negeri Palu lakukan eksekusi terhadap empat terpidana kasus tabung gas 3 Kg tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Ke empatnya yakni,Dirut PT. Maju Teknik Utama Indonesia (MTU), Edwiro Purwadi alias Purwadi (67),Riady alias Riadi (37) Marketing (pemasaran) PT. MTU, Yanto Cahya Subuh alias Yanto (46) dan Distributor Tabung Gas Elpiji di Palu, Ibrahim Muslimin (40).

“Eksekusi terhadap keempat terpidana berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung. Terpidana Edwiro Purwadi putusan Nomor: 1740 K/PID.SUS/2020; Yanto Cahya Subuh putusan Nomor: 1748 K/PID.SUS/2020; Ibrahim Muslim putusan Nomor: 1749 K/PID.SUS/2020; serta Riady putusan Nomor: 1750 K/PID.SUS/2020,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Palu Sucipto, melalui Kasi Pidum, Awaluddin Muhammad, Rabu (30/09).

Dia mengatakan, masing-masing terpidana divonis 1 tahun penjara.

“Eksekusi dilakukan sekitar pukul 15.00 WITA, keempatnya sudah kami masukkan ke rutan kelas 2 Palu,” katanya.

Ia menambahkan,setelah menjalani rapid test serta perlihatkan hasil tes medis keempat terpidana langsung dieksekusi.

“Artinya terpidana cukup kooperatif,” ujarnya.

Sebelumnya Kejaksaan Negeri Palu telah melayangkan tiga kali surat panggilan eksekusi terhadap keempat terpidana.

Diketahui, Kamis 19 Desember 2019, Majelis Hakim PN Klas IA/PHI/Tipikor Palu diketuai Hj. Aisa Mahmud, dengan anggota Demon Sembiring dan Rosyadi memvonis bebas keempat terdakwa.

Sebab tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwa dalam dakwaan primair Pasal 66 Jo Pasal 25 Ayat (3) UU Nomor: 20 Tahun 2014 tentang Standarisasi dan Penilaian kesesuaian Jo Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP dan dakwaan subsidair Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) huruf a UU Nomor: 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP.

Sebelumnya, Senin 25 November 2019, JPU menuntut keempat terdakwa masing-masing pidana penjara satu tahun enam bulan.

Keempatnya dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, memiliki sertifikat yang dengan sengaja memperdagangkan atau mengedarkan barang, memberikan jasa dan atau menjalankan proses atau sistem yang tidak sesuai dengan SNI atau penomoran SNI yang dilakukan secara bersama-sama’ melanggar Pasal 66 Jo Pasal 25 Ayat (3) UU Nomor: 20 Tahun 2014 tentang Standarisasidan Penilaian Kesesuaian Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. (Revol)

About rajawalipost

Check Also

Tim Advokat Rusdi Mastura-Ma’mun Amir Akan Laporkan Temuan Ke Bawaslu dan Kepolisian

PALU,Rajawalipost – Tim badan Advokasi hukum (BAHU) Partai Nasdem Sulteng, diketuai Asriadi Malewa,SH Tim Hukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *