Kamis , 21 Oktober 2021

5,20 Milyar Uang Nasabah Diduga Raib,Oknum Pegawai KCP BRI Ampana Ditetapkan Tersangka

PALU,Rajawalipost – YU, Oknum pegawai Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah diadukan ke polisi dengan tuduhan menghilangkan dana nasabah yakni Yelli Wongkar sebesar Rp 5,20 miliar.

Yelli Wongkar telah melaporkan kasus tersebut ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng dengan nomor lapor LP/349/X/2020/Sulteng/Spkt tertanggal 27 Oktober 2020 tentang dugaan tindak pidana perbankan.

“ Kasus ini sudah kami laporkan ke Polda Sulteng, Oknum pegawai BRI KCP Ampana berinisial YU telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan,” kata Kuasa hukum Yelli Wongkar, Julianer Aditia Warman di ruang kerjanya, Kamis, ( 8/4)

Menurut Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulteng ini, tindakan dilakukan oleh oknum KCP BRI Ampana tersebut, merupakan kejahatan perbankan dan telah melanggar Undang-Undang Perbankan pasal 49 ayat (1) huruf b, dan padal 49 ayat (2).

” kasus tersebut terbongkar setelah kliennya mengecek uang didepositokan di BRI KCP Ampana sekitar Oktober 2020 lalu. Dari situ diketahui uang sebesar Rp5,20 miliar itu telah raib, ” Sebutnya.

Dia mengatakan, di depan penyidik Polda Sulteng, kliennya mengaku telah diiming-imingi oleh oknum pegawai BRI KCP Ampana itu untuk memindahkan tabungan depositonya ke BRI cabang Poso dengan bunga 7-8 persen.

Ia mengatakan, Kliennya dimintai untuk menandatangani slip pencabutan deposito dari BRI KCP Ampana dengan tidak meminta uang sepeser pun baik dari teller maupun karyawan BRI KCP Ampana.

“ Ternyata bulan Oktober 2020, barulah klien kami ini tahu kalau uang dia depositokan Rp5 miliar lebih itu di BRI KCP Ampana tidak dimasukkan oleh tersangka YU di BRI cabang Poso. Kami menduga uang itu diambil dan dipakai secara pribadi oleh tersangka,” katanya.

Julianer mengatakan, modus digunakan tersangka dengan didaftarkan nama kliennya ke SMS banking melalui rekening Britama Yelli Wongkar melalui nomor Handpone tersangka YU.

Sehingga pada penarikan dilakukan oleh tersangka YU 21 Januari 2019 sebesar Rp150 juta dan penarikan 23 Mei 2019 sebesar Rp150 juta, tidak diketahui oleh kliennya.

Terpisah, Kuasa Hukum tersangka YU, Sule Tabbi dikonfirmasi Selasa 6 April 2021 mengatakan, kasus tersebut bukan sebagai penipuan tetapi terjadi utang piutang antara tersangka dengan Yelli Wongkar.

Menurut Sule, utang piutang tersebut terjadi saat kliennya meminjam uang kepada Yelli Wongkar untuk keperluan pendanaan proyek di perusahan milik suami tersangka.

Namun kliennya tidak tahu kalau sudah berurusan dengan kepolisian.

“Kalau dia (YU) ditahan sebagai tersangka dalam kasus ini betul. Tetapi kalau dibilang menghilangkan uang (Yelli Wongkar) atau penipuan itu tidak betul. Inikan utang, jadi tidak dikaitkan dengan BRI KCP Ampana. Memang klien saya ini bekerja di BRI, tapi bukan begitu permasalahannya,” katanya.

Menurutnya terkait uang tersebut, kliennya telah diaudit oleh pihak BRI Manado dan tidak ditemukan adanya kesalahan membawa nama BRI KCP Ampana. Bahkan pihak BRI berjanji jika ada kesalahan yang mengatasmanakan BRI KCP Ampana, maka akan dibayarkan.

Namun hingga kasus tersebut dilaporkan ke Polda Sulteng tidak ditemukan kaitannya dengan BRI KCP Ampana.

Sule membenarkan kalau kliennya telah meminjam uang kepada Yelli Wongkar, namun itu dicatat dalam rekening koran Yelli Wongkar dengan jumlah cukup besar.

“Pertama dia pinjam Rp 850 juta, Rp250 juta, Rp500 juta, Rp 500 juta, Rp600 juta, dan itu sudah ada pengembaliannya sampai tahun 2020. Makanya dibuatkan giro nilainya Rp3 miliar, karena modal plus bunga. Setelah baku hitung utangnya ada Rp3 miliar,” tukasnya. (RvL)

About rajawalipost

Check Also

Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Di Parimo Kembalikan 1,5 Miliar Ke Kejati Sulteng

PALU,Rajawalipost – Tersangka dalam perkara kasus dugaan korupsi pengadaan tanah, pada bagian Pemerintahan Umum Sekretariat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *