Kamis , 21 Oktober 2021
Sekretaris Daerah Tolitoli Moh Asrul Bantilan,S.sos menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.(Foto: Erwin Kabar Today)

Pemda Tolitoli Serahkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Banjir Bandang

Sekda Tolitoli Moh.Asrul Bantilan,S.sos saat menyampaikan Amanah Bupati dan Wakil Bupati kepada warga terdampak. (Foto: Humas)

TOLI-TOLI,Rajawalipost – Meringankan beban warga terdampak banjir bandang,Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli usai sholat jumat menyerahkan paket bantuan berupa peralatan dapur, sembilan bahan pokok (sembako) dan selimut.

Didampingi Perwakilan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah,Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tolitoli Nur Alam, ST.,MT, , Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Tolitoli Arham A. Jacub, SH, Camat Baolan Abdullah Burhanuddin, S.Sos serta Kepala Kelurahan Baru Moh. Taufiq, SE serta Sekretaris Kelurahan Tuweley Triana H. Abunawas. Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli Moh. Asrul Bantilan, S.Sos menyerahkan bantuan di Kecamatan Baolan yakni di RT 3 Kelurahan Baru (Lembah), RT 3 Kelurahan Tuweley (Kabelang) dan RT 10 Kelurahan Tuweley (Bombolayang). Jumat (17/9)

Istimewa

Usai menyerahkan bantuan Sekda Moh.Asrul Bantilan tak lupa menyampaikan Amanah kepada warga terdampak.

“salam hormat dari Bupati Tolitoli yang saat ini sedang berada di Palu dalam rangka mencari solusi penanganan banjir dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga dari Wakil Bupati Tolitoli,” ucap Asrul disambut ucapan terima kasih dari warga penerima bantuan.

Asrul mengharapkan agar bantuan diberikan kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik untuk keperluan sehari-hari.

Paket bantuan tersebut diberikan kepada 243 KK yang tersebar di sejumlah titik yakni di Kelurahan Baru masing – masing RT I 48 KK, RT II 60 KK, RT III 30 KK, RT IV 16 KK, RT V 28 KK dan RW IX 15 KK sedangkan di Kelurahan Tuweley yakni di RT III 46 KK.

Asrul juga mengharapkan kepada masyarakat setempat untuk tidak lagi mendirikan bangunan di sempadan sungai, karena salah satu kendala untuk melakukan normalisasi sungai adalah adanya bangunan warga yang menghalangi alat berat untuk melakukan pengerukan material sedimentasi sungai. (R)

About rajawalipost

Check Also

Aspidsus Kejati Sulteng Gelar Kegiatan “JAKSA BERBAGI” Di Banggai Laut

BANGGAI LAUT, Rajawalipost – Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) KejaksaanTinggi (Kejati ) Provinsi Sulawesi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *