Dari kiri : Dedi Todongi,S.Kom Pimred Nuansa Pos,.Firmansya,SE Pimred Fokus Rakyat,.Agus Salim Kajati Sulteng, ,.Harsono Bereki,S.sos Koordinator KRAK. (Foto: RevoL)

HARKODIA 2022 Kejati Sulteng Selamatkan 2,2 Milyar Uang Negara Dan 18 Kasus Korupsi Siap Di Sidangkan

SULTENG,Rajawalipost – Kepala Kejaksaan Tinggi (kajati) Sulawesi Tengah Agus Salim,SH,.MH,.gelar diskusi pencegahan dan penindakan perkara korupsi bersama sejumlah wartawan tergabung dalam Forum Wartawan Kejati pada Perayaan Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia) yang di helat setiap tanggal 9 Desember bertempat di Lapangan Graha Perubahan Kejati Sulteng, Jumat (09/12/2022) Pagi.

“Diskusi ini diselenggarakan sebagai bentuk transparansi kepada publik sekaligus menyerap masukan dari kalangan pers terkait penanganan perkara korupsi di wilayah hukum Sulawesi
Tengah,” Ungkap Agus Salim.

Dalam diskusi tersebut, Kajati Sulteng memaparkan kinerja bidang tindak pidana khusus Kejati Sulteng periode Januari hingga Desember 2022.

“Penyelidikan 16 perkara, penyidikan 18 Perkara (termasuk 1 penyidikan TPPU), dari penyidikan yang dilakukan pidsus kejati sulteng, 7 perkara diantaranya telah dilimpahkan ke tahap penuntutan,” Bebernya.

Lebih jauh ia menjelaskan Jumlah penahanan yang di tangani oleh Kejaksaan Tinggi saat ini jauh melebihi dari anggaran penanganan perkara yang tersedia.

“Salah satu Bank milik Pemerintah Daerah juga dalam waktu dekat akan rampung proses penyidikannya,” ungkapnya

Dari penanganan perkara yang dilakukan, bidang pidsus Kejati Sulteng telah berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.2.293.982.352,47 (dua milyar dua ratus sembilan puluh tiga juta sembilan ratus delapan puluh dua ribu tiga ratus lima puluh dua rupiah empat puluh tujuh sen).

Strategi penanganan perkara kedepannya, Kejati Sulteng akan memprioritaskan perkara yang terkait dengan tugas direktif presiden dan menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Penanganan Kasus untuk kedepannya menyangkut mafia tambang, mafia tanah, mafia pelabuhan, proyek strategis nasional, dana covid dan pemulihan ekonomi nasional.” tambahnya.

Kasi Penkum Kejati Sulteng Mohammad Ronal,.SH,.MH menjelaskan Kinerja bidang pidsus Kejati Sulteng juga diikuti oleh jajaran pidsus di Kejari dan Cabjari di wilayah hukum Kejati Sulteng yang telah menangani perkara korupsi periode Januari hingga Desember 2022 diantaranya, Penyelidikan 54 perkara, Penyidikan 44 perkara, penuntutan 42 perkara dan penyelamatan kerugian keuangan negara sejumlah Rp.313.485.000, (tiga ratus tiga belas juta empat ratus delapan puluh lima ribu rupiah).

“kami menyampaikan rasa terima kasih kepada teman-teman pers yang telah
memberikan support baik dalam bentuk pemberitaan kinerja positif maupun pemberian informasi kepada institusi Kejaksaan di wilayah sulawesi tengah, karena sebaik apapun kinerja kejaksaan tidak akan ada artinya apabila tidak diinformasikan ke masyarakat,” katanya.***

About rajawalipost

Check Also

Perjuangan Warga Adat Kelurahan Baiya, Permasalahan Lahan Inolo Tak Kunjung Selesai

PALU – Permasalahan kepemilikan lahan Inolo (adat) di Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli Kota Palu, telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *