RajawaliPost, Palu– Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka Antisipasi Dinamika Perkembangan Situasi Global Tahun 2026 di Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa 28 April 2026 pagi, di Lapangan Apel Mako Polda Sulteng.
Apel dipimpin langsung Wakapolda Sulteng Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf. Hadir mewakili Gubernur Sulteng, Kepala Biro Pemerintahan Wayan Yudana; Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulteng Ir. Elisa Bunga Allo, M.M.; Asops Kasdam XXIII/Palaka Wira Kolonel Arif Kurniawan; Hakim Ad Hoc Tipikor Pengadilan Tinggi Sulteng Dr. Endro Nurwantoko, S.H., M.H.; Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNN Sulteng Kombes Pol. Dr. Baharuddin, S.E., M.Si.; serta Pjs Pasoops Lanal Palu Kapten Darwan.
Turut hadir para Pejabat Utama Polda Sulteng, antara lain Karo Ops Kombes Pol. Giuseppe Reinhard Gultom, pimpinan instansi terkait, serta seluruh peserta apel.
Dalam amanatnya, Wakapolda menyampaikan bahwa eskalasi konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi memicu instabilitas global maupun nasional.
Salah satu dampaknya adalah kemungkinan penutupan Selat Hormuz yang dapat menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia.
“Kondisi tersebut akan berdampak langsung pada perekonomian nasional, seperti kenaikan harga BBM, biaya produksi, penurunan daya beli masyarakat, hingga meningkatnya angka inflasi dan potensi pengangguran,” ujarnya.
Ia menegaskan, situasi tersebut berpotensi menimbulkan gejolak sosial yang dapat berkembang menjadi gangguan kamtibmas. Apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana menghadapi berbagai potensi gangguan di Sulawesi Tengah.
Polisi juga menyoroti agenda peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Kegiatan tersebut dinilai berpotensi diwarnai aksi unjuk rasa dengan massa besar yang dapat menimbulkan kerawanan seperti kemacetan lalu lintas hingga gangguan kamtibmas.
Wakapolda menekankan beberapa langkah strategis kepada seluruh jajaran: meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, mengoptimalkan deteksi dini dan patroli, serta memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Jajaran Polda Sulteng juga diminta mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun provokasi, serta mengantisipasi potensi gejolak sosial akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.
Apel gelar pasukan ini menjadi bagian dari upaya Polda Sulteng menjaga stabilitas keamanan daerah di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Djoko Wienartono mengatakan, pihaknya siap mengawal situasi kamtibmas agar tetap kondusif melalui langkah terukur dan sinergis bersama seluruh _stakeholder_.
Ia mengimbau masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas di tengah dinamika global. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.
Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi guna menghindari potensi hoaks dan provokasi yang dapat memicu keresahan.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan lingkungan. Mari kita bersama-sama menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Sulawesi Tengah,” tutupnya.







