Rajawalipost. SIGI – Sukses dan kondusifnya Paskah Nasional ke V Sulawesi Tengah 2026 tidak terlepas begitu saja. Di balik kemeriahan ibadah dan kegembiraan 25.000 umat yang memadati Lapangan Mako Brimob, Biromaru, Kabupaten Sigi, Minggu 26 April 2026, terdapat kerja keras pengamanan yang berlangsung hampir sepekan penuh.
Ratusan personel kepolisian, unsur TNI, serta berbagai elemen masyarakat bahu-membahu menjaga keamanan demi kelancaran acara.
Rangkaian Paskah Nasional ke V telah dimulai sejak 17 April 2026. Polda Sulteng mengaktifkan pengamanan mulai dari Konser Doa dan Pujian sebagai pembuka. Berlanjut 23 April dengan bakti sosial dan donor darah. Pada 24 April digelar seminar nasional, disusul 25 April karnaval kendaraan hias yang melibatkan puluhan gereja dari Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
“Kegiatannya sudah kurang lebih hampir satu minggu, mulai dari tanggal 17, kemudian tanggal 23 ada bakti sosial dan donor darah, tanggal 24 ada seminar, tanggal 25 ada karnaval. Kita lakukan pengawalan bersama-sama,” jelas Karo Ops Polda Sulteng Kombes Pol. Giuseppe Reinhard Gultom kepada awak media.
Untuk pengamanan hari puncak 26 April 2026, Polda Sulteng menurunkan 605 personel. Mereka tersebar di seluruh titik, mulai dari dalam area kegiatan, jalur pengawalan tamu VIP, hingga area parkir dan akses menuju venue.
Kombes Pol.Giuseppe menegaskan, meski acara berlangsung di lingkungan Mako Brimob, prosedur pengamanan tetap diberlakukan penuh sesuai standar.
Keberhasilan pengamanan tidak lepas dari kolaborasi lintas institusi dan masyarakat. Kombes Pol. Giuseppe mengapresiasi dukungan TNI yang turut memback-up Polri, serta peran aktif ormas dan organisasi kedaerahan dalam pengamanan di lapangan.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada FKUB, tokoh lintas agama, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat Sulteng yang menjaga ketertiban selama rangkaian acara.
“Kita berterima kasih juga kepada masyarakat, kepada FKUB, kepada tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat yang turut mendukung acara tersebut.
Kombes Pol. Giuseppe juga berterima kasih kepada panitia pelaksana Paskah Nasional V. Menurutnya, kerja keras panitia sejak persiapan awal hingga hari puncak sangat membantu tugas kepolisian. Mulai dari penyiapan venue, pengaturan arus jemaat, sampai koordinasi pengamanan, semua dijalankan panitia dengan rapi dan penuh tanggung jawab.
Di penghujung wawancara, Kombes Giuseppe menyampaikan refleksi singkat atas keberhasilan acara.
“Tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan acara ini, tentu nomor satu adalah Tuhan, segala-galanya. Dan polisi sebagai kepanjangan tangan Tuhan, sehingga acara berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Terkait pesan Paskah yang sarat persatuan, ia menambahkan: “Masyarakat Sulawesi Tengah sangat mendukung adanya kegiatan Paskah ini. Dari berbagai elemen masyarakat turut mendukung, dari FKUB, dari tokoh-tokoh agama. Terlihat dengan kehadiran para tokoh agama. Unsur pimpinan daerah pun hampir lengkap semua hadir. Gubernur juga turut memberikan sambutan,” pungkasnya.
Paskah Nasional ke V Sulteng 2026 membuktikan bahwa keamanan acara besar bukan semata urusan aparat. Ia adalah buah sinergi panitia yang bekerja tanpa lelah, aparat kepolisian dan TNI yang berjaga penuh dedikasi, tokoh lintas agama sebagai simbol kerukunan, serta masyarakat Sulteng yang sadar menjadi bagian dari penjagaan damai.
“Terima kasih semua karena bersinergi,” tutup Kombes Giuseppe.







