CAHAYA DOA DARI BUMI TADULAKO! Jurnalis Palu Bersatu Kirim Energi Positif untuk 5 Rekan Wartawan Hilang di Krakatau

PALU7 Dilihat

PALU – Di tengah kegelapan malam, cahaya lilin-lilin kecil menerangi Bundaran Nasional Palu, Jalan Hasanuddin, pada Senin (14/9/2026) malam. Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi Pers di Sulawesi Tengah berkumpul dalam hening, menyatukan hati dan doa untuk keselamatan lima rekan wartawan serta tiga kru kapal yang hingga kini masih hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Momen haru ini dipimpin oleh perwakilan dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu, bersama dengan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulteng, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulteng, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulteng. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bukti nyata bahwa “darah” jurnalis mengalir satu rasa, meski terpisah ribuan kilometer.

🕯️ Solidaritas Tanpa Sekat: Dari Mahasiswa hingga Senior

Suasana semakin khidmat ketika sejumlah mahasiswa dari Lembaga Pers Kampus di Palu turut bergabung. Mereka membentangkan spanduk putih besar, menuliskan harapan-harapan tulus agar tim SAR dan relawan dimudahkan dalam proses pencarian.

“Malam hari ini kami dari PFI Palu bersama teman-teman AJI, AMSI, IJTI, PWI, dan rekan mahasiswa melaksanakan doa bersama. Kami berharap kegiatan ini bisa memudahkan jalan para tim SAR. Semoga ini menjadi titik awal yang baik bagi kita semua untuk mendoakan rekan-rekan yang sedang menghadapi musibah,” ujar Rifki, Ketua PFI Palu, dengan suara bergetar.

📢 Suara Nasional: Pencarian Terus Dilanjutkan

Rifki juga menyampaikan bahwa secara nasional, PFI Pusat telah mengkoordinasikan upaya pemantauan lanjutan. “Pencarian ini terus dilakukan dan diperpanjang. Kita semua memantau dengan harap terbaik, bagaimanapun keadaannya nanti,” tambahnya.

Kehadiran para jurnalis Palu di bundaran kota menjadi simbol bahwa profesi ini tidak pernah meninggalkan salah satu anggotanya. Di saat kabar buruk sering kali menjadi makanan sehari-hari wartawan, malam itu mereka memilih untuk mengirimkan kabar baik berupa energi doa dan dukungan moral.

Kepada lima rekan wartawan dan tiga kru kapal yang masih berjuang di alam, pesan dari Palu sederhana namun mendalam: “Kalian tidak sendirian. Kami di sini, di ujung Sulawesi Tengah, terus memegang erat harapan agar kalian segera pulang dengan selamat.”

Doa bersama ini diharapkan dapat menjadi penguat mental bagi keluarga korban yang sedang dilanda kecemasan, serta penyemangat bagi tim evakuasi yang bekerja tanpa henti di medan yang sulit.

Satu Profesi, Satu Rasa. Selamat Datang Pulang, Kawan-Kawan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *