GEMILANG DI LAPANGAN IMANUEL! Festival Rakyat Nusantara 2026 Resmi Ditutup, Pangdam & Gubernur Sulteng Pukul Gimba Bersamaan, Ribuan Warga Histeris Nobar Final Piala Dunia

PALU6 Dilihat

PALU – Sebuah babak emas dalam sejarah kebersamaan masyarakat Sulawesi Tengah resmi tertutup dengan indah. Festival Rakyat Nusantara 2026 ditutup secara meriah di Lapangan Immanuel, Palu, pada Minggu (19/7/2026). Ribuan warga memadati lokasi, menciptakan lautan manusia yang bersorak gembira, menandai kesuksesan kolaborasi raksasa antara Kodam XXIII/Palaka Wira, Pemerintah Provinsi Sulteng, KADIN Sulteng, dan TVRI Sulteng.

Momen puncak terjadi saat Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar, Ketua KADIN Sulteng Gufron Ahmad, dan Ketua TP PKK Sulteng secara serentak memukul Gimba. Dentuman gimba itu bukan sekadar tanda akhir acara, melainkan simbol kesepakatan bersama untuk terus menjaga persatuan, memajukan UMKM, dan melestarikan budaya daerah.

Dalam sambutannya, Pangdam XXIII/Palaka Wira menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa festival ini adalah bukti nyata bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan.

“Festival Rakyat Nusantara bukan sekadar ajang hiburan. Ini adalah wadah untuk mempererat persatuan bangsa, melestarikan kekayaan budaya, sekaligus menggerakkan perekonomian melalui UMKM. Keberagaman yang kita tampilkan hari ini adalah identitas Indonesia yang kokoh,” ujar Pangdam dengan nada berwibawa.

Hadir pula jajaran elite Kodam seperti Kasdam Brigjen TNI Agus Sasmita, Irdam Brigjen Czi Gusti Nyoman Suriastawa, Kapoksahli Brigjen TNI Sugiono, serta Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu B. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen penuh TNI dalam mendukung kemanunggalan dengan rakyat.

Sebelum prosesi penutupan, Pangdam secara langsung menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba Karaoke Solo dan Line Dance. Sorak-sorai penonton semakin pecah ketika nama-nama juara dipanggil. Namun, kemenangan terbesar malam itu diraih oleh 120 pelaku UMKM yang terlibat. Stan-stan mereka kebanjiran pembeli selama tujuh hari, membuktikan bahwa ekonomi kreatif bisa tumbuh subur di tengah pesta rakyat.

Sebagai penutup yang manis, ribuan warga tetap bertahan di Lapangan Immanuel untuk mengikuti Nobar Final Piala Dunia 2026: Argentina vs Spanyol. Meski pertandingan berlangsung hingga dini hari, antusiasme tidak surut. Teriakan gol, tepuk tangan, dan pelukan antarwarga dari berbagai latar belakang menjadi pemandangan haru yang menyatukan perbedaan.

“Lihatlah ini. Tidak ada sekat suku atau agama. Kita semua bersatu dalam kecintaan terhadap olahraga dan budaya. Ini adalah wajah Sulteng yang sebenarnya: Damai, Bersatu, dan Maju,” komentar seorang warga yang hadir sejak pembukaan.

Kesuksesan Festival Rakyat Nusantara 2026 tidak lepas dari sinergi sempurna:
* TNI (Kodam XXIII/Palaka Wira): Menjaga keamanan dan menyediakan fasilitas.
* Pemprov Sulteng: Dukungan regulasi dan promosi budaya.
* KADIN Sulteng: Menggerakkan roda ekonomi UMKM.
* TVRI Sulteng: Dokumentasi dan publikasi masif.
* Masyarakat: Partisipasi aktif sebagai peserta dan penonton.

Dengan ditutupnya festival ini, Palu mengirimkan pesan kuat ke seluruh Indonesia: Sulawesi Tengah adalah rumah bagi keberagaman yang harmonis.

Terima Kasih Sulteng! Sampai Jumpa di Festival Rakyat Nusantara 2027!

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed