Istri Korban Pembunuhan Satu Keluarga Palu Jalani Operasi Krusial, Pemprov Sulteng Cover Biaya & Desak Polisi Tangkap Pelaku

PALU14 Dilihat

PALU – Duka mendalam menyelimuti Kota Palu pasca-tragedi pembunuhan satu keluarga di Jalan Sungai Manonda Lorong PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga. Nur Hanisa (23), satu-satunya korban selamat dari peristiwa naas Minggu malam (26/7/2026) itu, kini tengah berjuang di meja operasi RS Bhayangkara Palu.

Sejak pukul 12.00 WITA, tim medis melakukan tindakan operasi untuk menangani luka sabet di leher Nur Hanisa yang nyaris mengenai urat nadi. Jika terlambat sedikit saja, pendarahan hebat bisa merenggut nyawanya. Hingga berita ini diturunkan, operasi masih berlangsung, menegangkan hati seluruh keluarga yang menunggu di luar ruang bedah.

Di tengah kesedihan yang mencekam, ada secercah harapan dari sisi kemanusiaan. Pihak keluarga mengungkapkan bahwa seluruh biaya perawatan Nur Hanisa telah dicover penuh oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Langkah cepat Gubernur Anwar Hafid ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk meringankan beban korban kejahatan yang keji.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian Bapak Gubernur. Saat ini fokus kami hanya satu: semoga Nur Hanisa selamat,” ujar salah seorang anggota keluarga kepada awak media.

Namun, di balik simpati publik, keluarga korban merasa terluka oleh beredarnya video rekaman pengakuan Nur Hanisa di media sosial. Rekaman yang diduga diambil oleh seseorang dan tersebar luas tanpa sensor, menambah trauma bagi keluarga yang sedang berduka. Mereka berharap pihak berwenang dapat lebih bijak dalam menangani privasi korban.

Peristiwa ini bermula pada Minggu malam (26/7/2026). Pelaku tak kenal ampun menyerang keluarga kecil tersebut. Jamil (30), sang ayah, dan Riski (2), putra mereka yang masih polos, tewas di tempat. Sementara Nur Hanisa, meski terluka parah, masih sempat memberikan keterangan awal sebelum kondisinya memburuk.

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya.
“Ini adalah kejahatan yang sangat keji. Merenggut nyawa orang tidak bersalah, termasuk anak berusia dua tahun. Saya meminta Kapolda Sulteng dan Polresta Palu mengerahkan seluruh kemampuan untuk menangkap pelaku,” tegas Gubernur Anwar.

Hingga kini, pelaku masih buron. Gubernur Anwar Hafid mengajak masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun untuk segera melapor ke kepolisian. Sinergi antara warga dan aparat menjadi kunci utama untuk mengungkap motif dan menangkap pelaku sebelum ia kembali meresahkan.

Doa untuk Nur Hanisa. Keadilan untuk Jamil dan Riski. Palu Menuntut Pelaku Ditangkap!

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed