Pangdam XXIII/Palakawira Bakar Semangat Prajurit dalam Ajang Pencak Silat Militer Virtual 2026

PALU44 Dilihat

RAJAWALIPOST. PALU – SULTENG. Suara hentakan kaki dan teriakan “Hiaaatt!” mengguncang GOR Gelora Bumi Kaktus, Jalan Yos Sudarso, Palu, Selasa (2/6/2026). Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, turun langsung ke tengah arena untuk membakar semangat para prajuritnya yang sedang berlaga dalam Lomba Pencak Silat Militer (PSM) Virtual Satuan Jajaran TNI AD Tahun Anggaran 2026.

Ini bukan sekadar lomba biasa. Ini adalah bukti bahwa prajurit Kodam XXIII/PW tidak hanya tangguh di medan perang, tapi juga adaptif terhadap teknologi! Dengan sistem virtual yang menghubungkan berbagai Kotama se-Indonesia, prajurit Palaka Wira menunjukkan kelasnya di hadapan juri nasional yang dipimpin langsung oleh Kadisjasad, Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah.

Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar tampil dengan aura kepemimpinan yang kuat. Ia menekankan bahwa Pencak Silat Militer adalah napas bagi setiap prajurit TNI AD.

“Lomba ini bukan cuma soal siapa yang paling kuat pukulannya. Ini tentang mental juang, disiplin, dan profesionalisme. Saya bangga melihat prajurit kita beradaptasi dengan teknologi virtual tanpa mengurangi esensi kerasnya bela diri militer,” ujar Pangdam dengan suara lantang di sela-sela pertandingan.

Menurut Panglima, ajang ini adalah wadah pembinaan personel yang cerdas. Di era digital, kemampuan fisik harus dibarengi dengan penguasaan teknologi. Dan prajurit Palaka Wira membuktikannya hari ini!

Kehadiran pejabat tinggi Kodam di GOR Bumi Kaktus menjadi suntikan moral tersendiri bagi para peserta. Mereka bertarung dengan penuh sportivitas, namun tetap tajam dan mematikan—sesuai karakter Pencak Silat Militer yang dirancang untuk melumpuhkan lawan dalam pertempuran jarak dekat.

Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah, selaku pimpinan lomba, memantau ketat jalannya kompetisi virtual ini. Setiap gerakan, setiap kuncian, dan setiap serangan dinilai secara presisi melalui layar monitor yang terhubung langsung ke pusat penilaian di Jakarta.

Melalui lomba ini, TNI AD kembali menegaskan komitmennya untuk melestarikan Pencak Silat sebagai kemampuan dasar prajurit. Namun, dengan format virtual tahun 2026 ini, TNI AD juga menunjukkan wajah barunya: modern, efisien, dan tanpa batas geografis.

Dengan berakhirnya pembukaan yang meriah ini, pertarungan sesungguhnya baru dimulai. Siapa yang akan membawa pulang trofi kehormatan untuk Kodam XXIII/Palaka Wira? Semua mata tertuju pada para ksatria berbaju loreng di GOR Bumi Kaktus!

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *