Gubernur Sulteng Anwar Hafid Siap Luncurkan Program Berani Sehat dan Cerdas Gratis pada HUT ke-61 Sulteng

BERITA, PALU0 Dilihat

RajawaliPost,Palu — Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid terus menggaungkan program Bersama Anwar – Reni/y (BERANI) Sehat dan Cerdas Gratis Sulteng Nambaso (anak miskin bisa sekolah).

“Kami punya program Berani Sehat, yakni memberikan pelayanan kesehatan atau berobat secara gratis hanya dengan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) di mana pun warga Sulteng berobat,” kata mantan Bupati Morowali dua periode itu di hadapan ratusan jemaah Salat Tarawih di Masjid Jami Al-Hidayah, Jalan Mulawarman, Besusu Barat, Jumat malam (21/3/2025).

Menurutnya, program Berani Sehat ini berlaku bagi seluruh masyarakat Sulteng yang tidak mampu membayar biaya rumah sakit, baik yang memiliki BPJS maupun tidak.

“Pokoknya Pemprov Sulteng akan menganggarkan biaya pengobatan masyarakat, dan cukup dengan KTP warga Sulteng yang hendak berobat di rumah sakit mana pun akan dilayani,” ujar Anwar Hafid yang juga pernah menjabat sebagai Kades.

Selain pengobatan gratis, ada juga program Berani Cerdas. Dalam program ini, sekolah-sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat dilarang melakukan pungutan dalam bentuk dan alasan apa pun.

“Bukan hanya itu, bagi anak-anak generasi Sulteng yang ingin melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah juga akan diberikan beasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi,” terang Gubernur Anwar Hafid, yang memulai kariernya dari bawah sebagai Kades, Camat, Kabag, Asisten Pemerintahan, Bupati, hingga Anggota DPR RI.

Program andalan yang dinanti-nantikan masyarakat Sulteng ini akan segera diluncurkan pada Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya pada 13 April 2025 mendatang.

“Setelah dua program andalan itu (Berani Sehat dan Berani Cerdas) di-launching, saya harap tidak ada lagi keluhan masyarakat yang sulit dilayani hanya karena persoalan BPJS mati atau menunggak. Begitu pula anak-anak kita yang bersekolah dan kuliah tidak boleh sampai tidak ikut ujian atau semester hanya karena belum membayar uang komite atau uang kuliah tunggal (UKT),” ungkap Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng itu.

Sementara itu, tujuh program Berani lainnya sebagian sudah berjalan. Di antaranya, Sulteng Berani Berkah, yaitu gerakan salat berjemaah di mana 30 menit sebelum waktu salat, seluruh aktivitas dihentikan dan masyarakat diajak bergegas ke masjid untuk salat berjemaah.

Kemudian ada Sulteng Mengaji, yakni kebiasaan meluangkan waktu untuk mengaji beberapa saat setelah salat berjemaah.

“Dengan beribadah secara berjemaah di rumah Allah (masjid), Insya Allah, Allah SWT akan menurunkan berkah dari langit, dari dalam tanah, dan dari empat penjuru arah yang tidak disangka-sangka,” tandasnya, yang diaminkan oleh seluruh jemaah salat Tarawih malam itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *