Cetak Sawah Baru Sulteng Capai 60 Persen, Produksi Padi Diproyeksi Bertambah Hingga 61.080 Ton

BERITA3 Dilihat

RajawaliPost, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus memperkuat ketahanan pangan melalui program cetak sawah baru Sulteng dan perluasan areal tanam baru (PATB).

Hingga pertengahan 2026, realisasi kontrak cetak sawah telah mencapai 6.163 hektare atau sekitar 60,54 persen dari target 10.180 hektare.

Program tersebut diproyeksikan mampu menambah produksi padi hingga sekitar 61.080 ton gabah kering giling (GKG) per tahun.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan pemerintah daerah melalui alokasi APBN menargetkan cetak sawah baru seluas 10.180 hektare yang tersebar di sejumlah daerah potensial, yakni Kabupaten Buol, Donggala, Morowali Utara, Tojo Una-Una, Tolitoli, Poso, Sigi, Banggai, Parigi Moutong, dan Banggai Laut.

“Dari total target tersebut, realisasi kontrak yang telah berjalan hingga saat ini mencapai 6.163 hektare atau sekitar 60,54 persen dari target,” kata Anwar saat ditemui awak media di Sigi, Kamis (16/7/2026). Tiga Daerah Tuntaskan Target Cetak Sawah Baru Sulteng
Anwar mengemukakan terdapat tiga wilayah yang telah menuntaskan program cetak sawah baru, yakni Kabupaten Tolitoli, Poso, dan Banggai.

“Capaian tertinggi untuk cetak sawah baru berada di Kabupaten Tolitoli, Poso dan Banggai yang sudah mencapai 100 persen,” ucapnya.
Ia menuturkan program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi padi secara bertahap hingga mencapai 61.080 ton gabah kering giling (GKG) setiap tahun.

“Jika asumsinya dua kali masa tanam dalam setahun dan produktivitas rata-rata mencapai 3 ton per hektare maka tambahan produksi padi dapat meningkat,” sebutnya.

Dukung Ketahanan Pangan dan Program Berani Panen Raya
Menurut Anwar, pelaksanaan program cetak sawah baru sejalan dengan program unggulan Pemprov Sulteng, yakni Berani Panen Raya, dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan sekaligus pengendalian inflasi beras di Sulawesi Tengah.

“Berani Panen Raya ini merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah guna mewujudkan swasembada pangan dan menyejahterakan petani,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *