GEMURUH DI TALISE! Lanal Palu Dukung Penuh Latihan Pendaratan Amfibi Ops Trisila II 2026, Warga Sambut Meriah Kedatangan Prajurit Jalasena!

PALU28 Dilihat

RAJAWALIPOST. PALU – Sul-Teng, Pantai Kampung Nelayan Talise berubah menjadi lautan semangat pada Senin (1/6/2026). Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu sukses memberikan dukungan penuh terhadap latihan pendaratan amfibi Satgas Operasi Trisila II TNI AL Tahun 2026. Suara mesin kapal perang dan teriakan komando prajurit Marinir memecah keheningan pagi, disambut antusiasme ratusan warga pesisir yang tumpah ruah di bibir pantai.

Ini bukan sekadar latihan biasa. Ini adalah demonstrasi kekuatan nyata TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI!

Sebagai tuan rumah dan basis pendukung, Lanal Palu tidak main-main. Di bawah komando langsung Komandan Lanal Palu, Kolonel Marinir M. Ali Wardhana, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., pangkalan mengerahkan seluruh sumber daya untuk memastikan kelancaran operasi. Mulai dari pengamanan ketat area latihan, koordinasi lapangan yang presisi, hingga penyediaan fasilitas logistik bagi seluruh unsur kapal dan pasukan yang terlibat.

“Dukungan ini adalah wujud komitmen kami. Kami ingin memastikan setiap prajurit berada dalam kondisi prima saat melaksanakan tugas mulia menjaga kedaulatan maritim,” tegas Danlanal Palu dengan suara lantang di lokasi latihan.

Latihan pendaratan ini melibatkan personel elit dan Alutsista canggih TNI AL dengan skenario operasi pendaratan pasukan di wilayah pesisir yang kompleks. Tujuannya jelas: mengasah kemampuan teknis-taktis, meningkatkan interoperabilitas antar satuan, dan mempersiapkan prajurit menghadapi segala potensi ancaman di laut lepas.

“Latihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan operasional prajurit serta kemampuan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. Lanal Palu berkomitmen memberikan dukungan maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kolonel Mar Ali Wardhana.

Kehadiran prajurit TNI AL di tengah masyarakat bukan hanya soal kekuatan militer, tapi juga tentang kemanunggalan. Warga Kampung Nelayan Talise tampak sangat antusias menyaksikan jalannya latihan. Sorak-sorai terdengar setiap kali perahu karet mendarat dan prajurit turun dengan sigap.

Kegiatan ini secara tidak langsung menumbuhkan rasa cinta tanah air dan wawasan kemaritiman di kalangan masyarakat pesisir. Mereka merasa dilindungi dan dihargai kehadiran TNI AL di lingkungan mereka.

Dengan suksesnya latihan ini, TNI AL kembali membuktikan bahwa mereka siap tempur 24 jam non-stop. Siap jaga laut, siap abdi pada rakyat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *