RajawaliPost. Palu– Memasuki hari ketiga, gelaran lomba paralayang internasional di Puncak Salena, Buluri, Kota Palu, Sulawesi Tengah, berjalan lancar dan kondusif hingga Rabu 29 April 2026. Cuaca cerah dengan arah angin stabil membuat seluruh nomor pertandingan digelar sesuai jadwal tanpa ada kendala.
Hingga hari ketiga, poin klasemen sementara masih dipimpin atlet paralayang asal Sulawesi Tengah. Atlet tuan rumah tampil konsisten di nomor ketepatan mendarat dan _cross country.
Ketua Panitia Pelaksana, Asgaf Umar, mengatakan hari ketiga lomba berjalan sukses. Seluruh atlet dari dalam dan luar negeri berhasil melakukan penerbangan dengan aman.
“Alhamdulillah sampai hari ketiga ini semua _round_ berjalan lancar. Tidak ada insiden. Cuaca di Bukit Lolaro sangat bersahabat, kecepatan angin 15–20 km/jam, ideal untuk terbang,” ujar Asgaf di lokasi _take-off_, Rabu 29 April 2026.
Hari ini dipertandingkan 3 _round_ nomor ketepatan mendarat dan 1 _task cross country_ kategori jarak menengah. Total peserta mencapai 87 atlet dari 6 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Cina, Chinese Taipei, dan Australia.
Asgaf menyebut, berdasarkan rekap poin sementara, kontingen Sulawesi Tengah masih memimpin klasemen umum. Atlet Sulteng unggul di nomor ketepatan mendarat putra dan putri.
“Atlet kita tampil luar biasa. Mereka menguasai medan dan karakter angin di sini. Tapi kompetisi masih dua hari lagi. Semua masih bisa berubah,” kata Asgaf.
Posisi kedua dan ketiga sementara ditempati atlet asal Korea Selatan dan Jawa Barat yang terus menempel ketat poin tuan rumah.
Asgaf juga mengapresiasi kerja TNI-Polri, Basarnas, tim medis, dan relawan yang menjaga kelancaran dan keamanan event. Ratusan penonton lokal turut memadati Puncak Salena menyaksikan aksi para pilot.
Lomba paralayang internasional ini digelar 5 hari, 27 April–1 Mei 2026. Penutupan dan penyerahan medali dijadwalkan Sabtu 1 Mei 2026.







