Program Berani Cerdas Sulteng Sukses Menjangkau 23.569 Mahasiswa

BERITA, PALU44 Dilihat

RajawaliPost, Program Berani Cerdas yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menjangkau 23.569 mahasiswa pada tahap awal pendataan. Program ini memberikan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa dan menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan.

Pada 2025, pemerintah provinsi mengalokasikan lebih dari Rp 84 miliar untuk bantuan biaya kuliah bagi penerima program. Pada 2026, cakupan program diperluas, antara lain untuk jenjang S2, S3, dokter spesialis, serta mahasiswa yang membutuhkan bantuan penyelesaian studi.

Program Berani Cerdas merupakan salah satu program pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido. Selain mahasiswa, pemerintah daerah juga memberikan dukungan pendidikan bagi siswa SMA, SMK, dan SLB melalui skema Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

Data pemerintah provinsi menunjukkan 23.569 mahasiswa telah masuk sebagai penerima pada fase awal pendataan Program Berani Cerdas. Jumlah tersebut masih dapat bertambah seiring proses pendaftaran, validasi, dan perluasan kerja sama dengan perguruan tinggi.

Di Universitas Tadulako, sebanyak 10.768 mahasiswa tercatat berdasarkan hasil validasi yang diserahkan pihak kampus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah pada Januari 2026.

Sementara di UIN Datokarama Palu terdapat 2.173 mahasiswa yang masuk daftar tunggu pencairan.

Data dari sejumlah perguruan tinggi lainnya masih dalam proses validasi, termasuk perguruan tinggi swasta di Sulawesi Tengah maupun kampus di luar daerah, seperti Universitas Hasanuddin dan perguruan tinggi di Pulau Jawa.

Pada 2026, pemerintah memperluas sasaran program hingga jenjang S2 dan S3. Bantuan juga diberikan untuk bidang studi yang dinilai dibutuhkan daerah serta penyelesaian studi sesuai ketentuan program.

Selain mahasiswa, pemerintah provinsi menjalankan BOSDA untuk siswa SMA, SMK, dan SLB.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah Firmanza DP mengatakan BOSDA berlaku bagi sekolah negeri dan swasta.

“Kalau BOSDA itu untuk seluruh sekolah negeri dan swasta di Sulteng, ada sekitar 453 sekolah. Tidak ada pakai desil,” kata Firmanza.

Dukungan pendidikan juga mencakup sejumlah kebutuhan siswa SMK. Pemerintah provinsi menyebut biaya praktik kerja industri dan uji kompetensi menjadi bagian dari dukungan tersebut sesuai ketentuan program.

Gubernur Anwar Hafid mengatakan pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus pemerintahannya. Ia menilai pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas pendidikan masyarakat.

“Biarlah saya tidak populer dalam pembangunan, tapi yang pasti saya ingin membangun sumber daya manusia, anak-anak Sulteng,” ujar Anwar.

Selain Berani Cerdas, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjalankan Program Berani Sehat untuk memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurut Anwar, kedua program tersebut merupakan bagian dari sembilan program Berani yang menjadi agenda pemerintahannya bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido.

Ia mengatakan pelaksanaan program tersebut mendapat dukungan DPRD Sulawesi Tengah melalui APBD.

“Kesuksesan pelaksanaan program sembilan Berani, dua di antaranya yang sangat mendesak dan harus segera direalisasikan sejak awal pemerintahan kami adalah Berani Cerdas dan Berani Sehat,” kata Anwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *