PALU – Pagi itu, langit Palu seolah ikut tersenyum. Di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Sabtu (20/6/2026), suasana tidak biasa menyelimuti area kedatangan. Bukan keributan bisnis atau hiruk-pikuk turis, melainkan getaran emosi yang dalam: tangis bahagia, pelukan erat, dan sujud syukur.
Sebanyak puluhan jamaah haji asal Sulawesi Tengah, tergabung dalam Kloter BPN-9 yang berasal dari Kabupaten Morowali, Banggai Laut, Poso, dan Kota Palu, akhirnya kembali ke tanah air setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci Makkah. Pesawat komersial mendarat tepat pukul 08.30 WITA, membawa pulang para “Tamu Allah” yang telah disucikan jiwa raganya.
Sejak pagi, ratusan keluarga telah memadati area penjemputan. Mata mereka tak henti menatap pintu keluar, menunggu sosok ayah, ibu, suami, atau istri yang telah lama pergi. Saat para jamaah Haji muncul dengan mengenakan ihram putih atau pakaian khas haji, sekat waktu dan jarak runtuh seketika.
Air mata mengalir deras. Seorang anak memeluk ayahnya yang sudah beruban, seorang istri mencium tangan suaminya yang kini tampak lebih tenang. Itu bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan pertemuan jiwa yang telah dimurnikan oleh ibadah.
Yang membuat penyambutan kali ini begitu istimewa adalah kehadiran orang nomor satu di Sulawesi Tengah. Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, bersama Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, sengaja menunda agenda dinas lainnya demi hadir di bandara.
Bagi mereka, menyambut kepulangan jamaah haji bukan sekadar protokol, melainkan kehormatan spiritual.
“Begitu mendapat kabar jamaah haji akan tiba, kami bersepakat untuk menunggu dan menyambut langsung. Ini merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi kami,” ujar Gubernur Anwar Hafid dengan suara bergetar.
Dalam sambutannya yang singkat namun bermakna, Gubernur menyampaikan doa tulus bagi para jamaah yang wafat selama perjalanan ibadah. “Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah mereka dan menempatkan almarhum serta almarhumah di tempat terbaik di sisi-Nya,” pintanya penuh khidmat.
Di tengah kebahagiaan itu, Gubernur juga menyelipkan pesan keibuan/bapak-an yang mendalam. Ia mengingatkan para jamaah untuk tidak terburu-buru menerima tamu atau menghadiri acara sosial.
“Kelelahan pasca-haji sering kali baru terasa setelah tiba di rumah. Saya berharap bapak dan ibu mengatur waktu dengan baik, beristirahat yang cukup, dan tidak memaksakan diri. Kesehatan harus menjadi prioritas agar kondisi tetap prima,” pesannya dengan nada lembut.
Hadir pula Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Prasetiyohadi, serta jajaran Kanwil Kemenhajumrah dan PPIH Sulteng yang memastikan proses kepulangan berjalan lancar dan nyaman.
Kepulangan Kloter BPN-9 ini menjadi bukti bahwa iman mempersatukan. Di bawah naungan rahmat Ilahi, pemimpin daerah, militer, dan rakyat bersatu dalam sukacita yang suci.
Selamat Datang Pulang, Para Tamu Allah. Semoga Haji Mabrur Menjadi Cahaya Bagi Sulteng.







