CEPAT & TEPAT! Polresta Palu Redam Potensi Konflik Nunu-Anoa, Kapolsek: “Mereka Masih Keluarga, Damai Itu Mudah!”

PALU19 Dilihat

PALU – Ketegangan yang sempat menyelimuti perbatasan Kelurahan Nunu dan Kelurahan Anoa, Kota Palu, kini telah kembali kondusif. Berkat gerak cepat angota Polsek Palu Selatan dan Polresta Palu yang diterjunkan sejak Selasa malam (21/7/2026), potensi gesekan massal akibat kasus penganiayaan terhadap seorang petugas keamanan berhasil diredam sebelum meluas. Hingga Rabu (22/7/2026) siang, situasi di kedua wilayah tersebut terpantau aman dan terkendali.

Kasus bermula dari insiden domestik di Perumahan MR Palu. Korban, inisial MA, seorang petugas keamanan, mencoba melerai pertikaian suami-istri. Namun, niat baiknya justru berbuah petaka ketika pihak yang ditegur merasa tersinggung dan kembali bersama rombongan untuk menganiaya MA.

Menyebarnya kabar penganiayaan tersebut sempat memicu kekhawatiran warga. Keluarga korban dari Kelurahan Nunu dikabarkan berbondong-bondong menuju lokasi. Namun, Kapolsek Palu Selatan, AKP Kasim Bohari, meluruskan fakta di lapangan.

“Perlu saya sampaikan, tidak ada penyerangan antarwarga. Itu adalah spontanitas keluarga yang panik mendengar saudaranya dianiaya. Mereka turun murni untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit,” jelas AKP Kasim Bohari kepada awak media.

Untuk mencegah kesalahpahaman yang bisa memicu kerusuhan horizontal, Polresta Palu langsung menerjunkan personel gabungan dari Polsek Palu Selatan, Polresta Palu, dan Subsektor Tatanga. Penjagaan ketat dilakukan di titik-titik rawan, termasuk Jembatan Lalove, sejak malam kejadian hingga pagi hari, dan berlanjut hingga hari ini sebagai langkah antisipatif.

Satu terduga pelaku dengan inisial AD telah diamankan dan barang bukti diserahkan ke penyidik Polresta Palu. AKP Kasim Bohari menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan sesuai prosedur, tanpa mengurangi upaya pendekatan restoratif.

Malam itu juga, atas arahan Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena, digelar pertemuan mediasi darurat melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama dari Nunu dan Anoa di Mapolres. Hasilnya? Kesepakatan damai.

AKP Kasim Bohari mengingatkan satu hal penting: “Antara Nunu dan Anoa ini masih keluarga. Jadi enak untuk menyelesaikannya.” Ia berharap ikatan kekerabatan yang erat ini menjadi modal utama pemulihan hubungan pasca-insiden.

Hingga berita ini diturunkan, penyidikan masih berkembang untuk memeriksa pihak-pihak lain yang terlibat. Polresta Palu mengimbau seluruh warga untuk: Tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu provokatif, Tidak menyebarluaskan informasi yang belum diverifikasi.
Mempercayakan penyelesaian kasus sepenuhnya kepada proses hukum yang transparan.

Dengan kombinasi penegakan hukum yang tegas dan pendekatan kekeluargaan yang hangat, Polresta Palu berhasil mengubah potensi konflik besar menjadi momen rekonsiliasi.

Nunu-Anoa Kondusif, Polisi Sigap, Warga Bersatu. Palu Aman!

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *