HIDUP KEMBALI SEMANGAT SUMPAH PALAPA! Patung Gajah Mada Resmi Berdiri di Mako Pomdam XXIII/Palaka Wira, Simbol Kembalinya Jati Diri Korps

PALU14 Dilihat

PALU – Sejarah seolah berulang dengan megah di halaman Markas Komando Polisi Militer Daerah (Mako Pomdam) XXIII/Palaka Wira, Jalan Sultan Hasanuddin No. 24, Palu. Pada Senin pagi (15/6/2026), tepat pukul 08.00 WITA, Pangdam XXIII/Palaka Wira, *Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar,* bersama Ketua Persit KCK PD XXIII/Palaka Wira, Ny. Dewi Binsar Sianipar, meresmikan berdirinya kembali Patung Kepala Gajah Mada.

Ini bukan sekadar peresmian monumen. Ini adalah momen sakral pengembalian “jiwa” dan jati diri Korps Polisi Militer yang sempat hilang, kini dikembalikan ke tempatnya dengan penuh khidmat.

Acara dibuka dengan nuansa yang sangat lokal namun sarat makna. Penampilan Tari Neaju menggetarkan suasana, dilanjutkan dengan prosesi adat Sambulugana—ritual penyambutan khas suku Kaili.

Lima unsur utama dalam ritual ini membawa filosofi mendalam bagi para prajurit Pomdam:
1. Sirih: Melambangkan kesucian hati.
2. Pinang: Melambangkan keteguhan pendirian.
3. Kapur: Melambangkan kemurnian niat.
4. Gambir: Melambangkan kesabaran.
5. Tembakau: Melambangkan keikhlasan.

Kehadiran tradisi Kaili di tengah acara militer ini menegaskan bahwa Pomdam XXIII/Palaka Wira tidak menutup diri dari akar budaya tanah yang mereka jaga. Mereka berdiri tegak sebagai prajurit, namun tetap merendah menghormati adat istiadat setempat.

Puncak emosi terjadi saat Pangdam Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar membuka kain selubung prasasti patung yang berwarna Merah Tertulis jelas: “Peresmian Patung Gajah Mada Pomdam XXIII/Palaka Wira atas nama Pangdam XXIII/Palaka Wira, 15 Juni 2026.”

Mengapa Gajah Mada?
Dalam catatan sejarah Korps Polisi Militer, nama Gajah Mada disematkan sejak 22 Juni 1946, saat divisi Polisi Tentara Republik Indonesia pertama kali dibentuk dan disahkan oleh Presiden Soekarno. Patung ini adalah pengingat bahwa semangat Sumpah Palapa, Panca Darma Korps, dan moto “Satya Wira Wicaksana” bukanlah hal baru. Ia adalah warisan leluhur yang pernah pudar, dan kini bangkit kembali dengan lebih kuat.

“Patung ini bukan sesuatu yang baru. Ia adalah sesuatu yang lama, yang sempat hilang, dan kini dikembalikan ke tempatnya,” demikian pesan tersirat dari peresmian ini.

Peristiwa bersejarah ini dihadiri oleh jajaran elite Kodam XXIII/Palaka Wira, termasuk Kasdam *Brigjen TNI Agus Karta Sasmita.* Dari internal Pomdam, hadir *Kolonel Cpm Indra Jaya* (Danpomdam petahana) serta penggantinya, *Kolonel Krisna Jaya Lantang, S.H* ., yang segera dilantik dalam rangkaian acara selanjutnya.

Dalam acara tersebut hadir pula tokoh sipil seperti Ketua PMI Sulteng Bapak Hidayat Lamakarate dan tokoh masyarakat Tionghoa Wijaya Chandra (Ko Awi). Kehadiran mereka menunjukkan bahwa keberadaan Pomdam tidak terpisah dari masyarakat, melainkan menjadi bagian integral dari kehidupan sosial di Palu.

Usai peresmian sekitar pukul 09.30 WITA, acara ditutup dengan ramah tamah hangat. Rangkaian kegiatan pagi itu kemudian berlanjut ke Aula Manggala Sakti Kodam untuk upacara Serah Terima Jabatan Irdam dan Danpomdam, menandai transisi kepemimpinan yang mulus dan penuh tanggung jawab.

Dengan berdirinya Patung Gajah Mada, Pomdam XXIII/Palaka Wira mengirimkan pesan tegas: Disiplin, loyalitas, dan kebijaksanaan (Wicaksana) adalah harga mati. Semangat Gajah Mada yang bersumpah menyatukan Nusantara kini hidup kembali di jantung Sulawesi Tengah, siap mengawal marwah prajurit TNI AD dengan teguh.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *