RESMI! Penerbangan Internasional Perdana Palu–Guangzhou Mulai 10 Juli 2026, Bandara Mutiara Palu Genjot Pelatihan Bahasa Mandarin untuk 138 Petugas.

PALU28 Dilihat

RAJAWALIPOST. PALU – SULTENG – Sejarah baru bagi konektivitas udara Sulawesi Tengah akhirnya terwujud. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi mengumumkan bahwa penerbangan internasional perdana rute Palu–Guangzhou, Tiongkok, akan mulai beroperasi pada 10 Juli 2026.

Sebagai persiapan matang menyambut momen bersejarah ini, Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu telah meluncurkan program intensif peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya melalui Pelatihan Bahasa Mandarin Khusus Kawasan Bandara, yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sulteng, Reny A Lamadjido, di Gedung Administrasi Bandara, Senin (25/5/2026).

Kepala Bandara Mutiara Internasional SIS Al-Jufri Palu, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa antusiasme terhadap pelatihan ini sangat tinggi, bahkan melampaui kuota yang tersedia. Sebanyak 138 peserta dari berbagai unit kerja di kawasan bandara akan mengikuti pembelajaran selama satu bulan penuh.

“Harapan kami seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini sampai selesai. Kesempatan seperti ini sangat baik dan jarang didapatkan, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Prasetyo.

Pelatihan ini dirancang secara bertahap, mulai dari level dasar hingga lanjutan (advance), dengan target akhir agar petugas mampu berkomunikasi lancar dengan penumpang asal Tiongkok. “Dengan komunikasi yang baik, pelayanan juga akan berjalan lebih optimal. Kami berharap peserta nantinya mampu mencapai level advance, sehingga siap mendukung operasional penerbangan internasional Palu–Guangzhou,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Reny A Lamadjido menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bagian dari standar pelayanan bandara internasional. Ia mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, otoritas bandara, Kementerian Perhubungan, dan Universitas Tadulako dalam mewujudkan program ini.

“Ini merupakan capaian luar biasa. Sudah lama sebenarnya bandara ini direncanakan menjadi bandara internasional, namun baru sekarang bisa terwujud. Kami mengapresiasi kerja sama semua pihak,” kata Reny.

Ia menegaskan, jika terjadi kendala komunikasi dengan penumpang asing, terutama dari Tiongkok, keberadaan petugas yang fasih berbahasa Mandarin menjadi solusi utama. “Karena itu saya berharap setiap instansi memiliki personel yang bisa berkomunikasi dengan baik. Program ini adalah bagian dari komitmen Pemda Sulteng meningkatkan kualitas SDM sejak tahun lalu,” tambahnya.

Pembukaan rute Palu–Guangzhou pada 10 Juli 2026 menandai status resmi Bandara Mutiara SIS Al-Jufri sebagai bandara internasional. Rute ini diprediksi akan membuka akses langsung bagi wisatawan mancanegara, investor, serta memudahkan mobilitas masyarakat Sulteng ke Tiongkok tanpa perlu transit panjang di kota lain.

Acara pembukaan pelatihan turut dihadiri oleh Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak, Direktur Confucius Institute Perwakilan Indonesia, Kepala Balai Karantina Palu, Kepala Kantor Imigrasi Kota Palu, serta jajaran stakeholder kawasan bandara, menunjukkan dukungan luas dari berbagai elemen pemerintahan dan akademisi.

Dengan kesiapan SDM yang terus ditingkatkan, Bandara Mutiara Palu optimis dapat memberikan pelayanan terbaik dan aman bagi ribuan penumpang internasional yang akan segera hadir. RR

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *