PESTA WARNA & AROMA SYURGA DI MUTIARA SIS AL-JUFRI! Jamaah Haji Sulteng Tiba dengan Busana Mencolok dan Wangi Khas Makkah

PALU21 Dilihat

PALU – Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, pagi ini (20/6/2026) tidak hanya dipenuhi oleh suara tangis haru, tetapi juga disergap oleh ledakan visual warna-warni dan hembusan wangi parfum khas Arab Saudi yang begitu kuat.

Kedatangan Kloter BPN-9 asal Sulawesi Tengah (Morowali, Banggai Laut, Poso, dan Palu) mengubah area kedatangan bandara menjadi semacam runway fashion spiritual. Para “Tamu Allah” turun dari pesawat bukan dengan pakaian monoton, melainkan dengan busana tradisional dan modern dalam kombinasi warna cerah yang menyilaukan mata: merah delima, biru tosca, kuning emas, hingga ungu royal.

Setiap langkah jamaah seolah memancarkan energi positif. Para wanita tampil anggun dengan kebaya dan kain tenun Sulteng berwarna terang, dipadukan dengan kerudung sutra berkilau. Sementara para pria tampak gagah dalam baju koko atau jas berwarna pastel dan cerah, lengkap dengan peci putih yang kontras.

“Ini adalah cara kami merayakan kebahagiaan. Putih saat di Makkah untuk kesucian, warna-warni saat pulang untuk sukacita,” ujar Hj. Fatimah, salah satu jamaah dari Poso, sambil membetulkan selendangnya yang berwarna hijau zamrud mencolok.

Selain pemandangan mata, indera penciuman para keluarga yang menunggu pun dimanjakan. Begitu pintu keluar terbuka, terciumlah aroma parfum khas Arab Saudi—campuran oud, musk, dan bunga mawar Taif—yang masih melekat kuat pada pakaian dan tubuh para jamaah.

Wangi tersebut bukan sekadar pewangi, melainkan jejak memori. Bagi banyak warga Sulteng, aroma itu adalah simbol langsung dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Banyak keluarga yang memeluk erat kerabat mereka, menghirup dalam-dalam aroma tersebut seolah ingin membawa pulang sebagian kecil suasana syurga ke Bumi Tadulako.

“Wanginya beda, Pak. Ini wanginya Makkah. Langsung bikin tenang dan haru,” kata seorang ayah yang sedang memeluk anaknya yang baru pulang haji.

Kehadiran Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, dan Pangdam XXIII/Merdeka, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, semakin memeriahkan suasana. Keduanya tampak terkesan dengan kreativitas dan semangat para jamaah.

“Indah sekali! Warna-warni ini mencerminkan jiwa masyarakat Sulteng yang ceria dan bersyukur. Dan wangi ini… ini adalah wangi keberkahan yang kita bawa pulang,” puji Gubernur Anwar Hafid sembari tersenyum lebar.

Suasana bandara berubah menjadi pesta rakyat mini. Keluarga yang menjemput pun tak kalah kreatif, banyak yang mengenakan pakaian senada dengan para jamaah untuk foto bersama. Setiap sudut bandara menjadi latar belakang foto yang instagramable, dipenuhi oleh warna cerah dan senyum lebar.

Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Prasetiyohadi, menuturkan bahwa kedatangan dengan nuansa se-indah ini memberikan energi positif bagi seluruh petugas dan penumpang lainnya.

“Dari biasanya bandara terasa kaku, hari ini terasa hidup, hangat, dan sangat manusiawi berkat kehadiran para jamaah dengan busana dan wangi khas mereka,” ujarnya.

Dengan iringan salawat dan tepuk tangan, para jamaah berjalan keluar bagaikan bintang-bintang yang jatuh ke bumi, membawa pulang cahaya warna dan aroma spiritual untuk dibagikan kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

Selamat Datang Pulang, Para Pembawa Warna & Wangi Syurga! Haji Mabrur, Hati Berseri.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *