SENYUM DI TENGAH PUING: Sentuhan hangat Ny. Dewi Binsar dan Persit Palaka Wira Hibur Anak-Anak Korban Gempa Sigi

SIGI7 Dilihat

SIGI – Di balik reruntuhan bangunan dan rasa takut yang masih menyelimuti warga Kabupaten Sigi pasca-gempa Magnitudo 6,7, ada cahaya kehangatan yang datang pada Rabu (17/6/2026). Bukan hanya berupa bantuan materi, tetapi sebuah pelukan kasih sayang yang tulus dari Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah XXIII/Palaka Wira, Ny. Dewi Binsar, bersama jajaran pengurus Persit.

Mereka tidak datang sebagai pejabat, melainkan sebagai “Ibu” bagi masyarakat yang sedang berduka.

Kunjungan ini memiliki nuansa yang berbeda. Selain menyerahkan paket sembako dan kebutuhan pokok untuk meringankan beban ekonomi keluarga terdampak, fokus utama Ny. Dewi Binsar tertuju pada kelompok yang paling rentan: anak-anak.

Melihat tatapan kosong dan rasa trauma yang tersimpan di mata anak-anak akibat guncangan dahsyat gempa, Ny. Dewi Binsar mengajak mereka bermain. Suasana posko pengungsian yang semula hening dan mencekam, perlahan berubah menjadi riuh rendah oleh tawa dan canda.

“Ayo kita nyanyi bersama! Siapa yang mau dapat hadiah?” seru Ny. Dewi dengan senyum lembut.

Aktivitas healing therapy sederhana—bernyanyi, menggambar, dan bermain games—terbukti ampuh mengusir bayang-bayang ketakutan. Untuk sesaat, anak-anak lupa akan gemuruh tanah, mereka kembali menjadi anak-anak yang ceria. Ini adalah bukti bahwa pemulihan psikologis sama pentingnya dengan pemulihan fisik.

Dalam sambutannya yang singkat namun bermakna, Ny. Dewi Binsar menyampaikan pesan penuh ketulusan.

“Kami hadir bukan hanya untuk memberikan barang, tapi untuk berbagi kasih dan kepedulian. Semoga kehadiran kami bisa sedikit mengurangi kesedihan, memberikan kebahagiaan, dan yang terpenting, mengembalikan semangat bagi masyarakat, khususnya anak-anak,” ujarnya sambil memeluk salah satu anak kecil yang menangis haru.

Bagi para ibu dan istri prajurit Persit, melihat senyum kembali merekah di wajah korban bencana adalah kepuasan batin yang tak ternilai. Mereka memahami bahwa di saat-saat sulit, kehadiran seseorang yang peduli bisa menjadi obat terbaik.

Kegiatan ini menegaskan peran strategis Persit KCK Daerah XXIII/Palaka Wira bukan hanya sebagai pendamping prajurit di belakang layar, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peka terhadap penderitaan rakyat.

Di tengah upaya keras TNI dan pemerintah dalam penanganan infrastruktur, Persit mengisi celah kebutuhan emosional dan psikologis masyarakat. Mereka membuktikan bahwa kekuatan terbesar sebuah bangsa terletak pada rasa saling mencintai dan menjaga satu sama lain.

Terima kasih, Ibu Dewi dan seluruh Pengurus Persit Palaka Wira. Kalian telah mengajarkan bahwa di tengah bencana, cinta adalah bahasa universal yang paling kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *