
PALU,Rajawalipost.com – Kebakaran yang menghanguskan tiga rumah dan tiga kendaraan di bilangan Perumahan Dosen (Perdos) Universitas Tadulako tadi subuh sekitar pukul 03:30 wita dikelurahan Tondo Kecamatan Palu Utara Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah,menyisahkan cerita janggal.
BACA JUGA : ANGKA KEMISKINAN SULTENG TERTINGGI DIWILAYAH SULAWESI
Menurut sumber ditemui dilokasi kejadian selasa sore 2/1/2018 ,api berasal dari mobil yaris yang terparkir sejak siang dalam garasi tepat depan teras rumah. Api kemudian membesar membakar garasi terbuat dari papan lalu kemudian menjalar sampai kebadan rumah induk dan membakar ketiga rumah bersambungan(Mirip barak),1 unit mobil jenis Toyota Yaris dan 2 Unit motor matic.
Sebelum musibah kebakaran ini terjadi,sekitar pukul 21:00,pukul 22:00 dan pukul 03:00 dini hari,istri pemilik rumah tersebut beberapa kali menerima telpon dari seseorang yang tidak dikenal,dari seberang telpon terdengar suara laki-laki.
Sepeenggalan percakapan tersebut:
Istri Pemilik rumah : Haloo,dengan siapa ini pak?
Penelpon gelap : (dengan suara sendu) Saya rindu,saya mau datang kerumahmu.
Istri Pemilik rumah : Maaf pak,dengan bapak siapa ini? Boleh saya tau?
Penelpon gelap : Saya rindu,saya mau datang kerumahmu,saya sudah dekat dari rumahmu.
BACA JUGA : POLRI GANDENG BNI DALAM PENGELOLAAN PNBP
Masih menurut sumber,sebelum kejadian,ada motor matic terlihat berboncengan melaju kencang dari arah lorong tempat rumah terbakar tersebut.
“Subuh itu ada yang liat,2 orang berboncengan pake semacam motor matic melaju keluar dari lorong ini,mereka pikir pencuri,selang beberapa menit dari situ api sudah membesar”.Terangnya.
Dalam peristiwa tersebut,yang masih sempat diselamatkan 1 Unit mobil Dinas jenis Toyota Avansa milik Pemda Donggala,selebihnya ludes dilalap si jago merah.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala sebelumnya menjabat Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang / Jasa Najamudin mengatakan,bahwa kejadian ini merupakan ujian dari Allah SWT.
“Usai kejadian sekitar jam 9 pagi,saya menerima telpon gelap,penelpon itu laki-laki,trus dalam telponnya dia hanya bertanya,”Masih hidup? habis itu langsung dimatikan. Musibah ini merupakan ujian dari Allah SWT,sehingga sayapun menghadapinya dengan sabar dan ikhlas”. Ucapnya dengan senyum. (MM)

