Terkait Baliho Senator Muda Ditutupi Kandidat Lain, Bhair: Mari Berpolitik dengan Kening tak Berkerut

Palu – Pesta demokrasi baik itu pemilihan legislatif, pemilihan senator (DPD) serta hajatan elektoral pemilihan kepala daerah (Pilkada) seyogyanya dilakukan dengan cara-cara yang elegan dan bermartabat. Bukan justru menghujat atau mendiskreditkan sesama kontestan. Apalagi sampai menggunakan baliho kandidat lain dengan menutupi baliho kandidat yang sebelumnya sudah terpasang.

Seperti yang menimpa baliho calon Senator Muda Sulteng Akbar Supratman di Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. Di mana wajah Akbar di balihonya yang sudah lama terpasang, ditutupi poster salah satu calon senator. Ironisnya lagi, narasi yang menutupi baliho sungguh sangat tidak mendidik karena sudah menyerang pribadi A.M. Akbar Supratman.

Konstelasi politik Sulawesi Tengah seyogyanya tidak demikian, namun dibikin geger oleh tindakan tidak terpuji oknum yang tidak bertanggungjawab.

Beredar gambar hasil tangkap layar (screenshot) yang diposting oleh akun facebook bernama Puput Kumalasari di grup Perjuangan Rakyat Donggala, Jumat, 23 Juni 2023. Unggahan foto yang menampilkan baliho A.M. Akbar Supratman yang merupakan calon anggota DPD RI dapil Sulawesi Tengah ditutupi oleh poster berisi narasi yang mencederai moralitas publik Sulawesi Tengah.

“Lha kok pasang baliho di baliho orang lain. Lokasi Sindue. Seenaknya saja bilang orang Sulteng bodoh,” tulis akun bernama Puput Kumalasari dengan ekspresi marah di grup facebook.

Poster yang bertuliskan: “Masyarakat Sulteng harus kritis, cerdas, beriman, berwibawa dan dihormati seperti saya. Jangan mau bodoh terus, nanti suram masa depannya. Sulteng harus bangkit dari kebodohan, cerdas memilih wakilnya di parlemen. Jangan pilih calon yang tidak jelas latar belakang dan pengalamannya.”

Diketahui, poster berisi narasi tidak elok itu menampilkan wajah Abdul Rahman Thaha yang merupakan incumbent yang bakal bertarung kembali memperebutkan bursa DPD RI dapil Sulawesi Tengah tahun 2024.

Tokoh masyarakat Pantai Barat, Samsudin, menyesalkan perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Sedianya sesama kontestan dan tim tidak saling menjatuhkan, karena negara telah memberikan ruang dan kesempatan yang sama untuk berkompetisi secara sehat dengan mengedepankan etika. Kalau kemudian ada yang merasa lebih dari kandidat lain, maka itulah sosok pemimpin yang tidak istikamah.

“Saya menyayangkan ada oknum-oknum yang tidak terpuji berselancar politik dengan mendiskreditkan kandidat lain. Semoga hal-hal semacam ini tidak terulang dan terjadi kepada kandidat lain,” tegas Samsudin, Jumat (23/06/23).

Bhair Samatan salah satu tim sukses Kaka Yang Baju Hitam (tageline Akbar Supratman) angkat bicara dan menyesalkan cara-cara tersebut. Menurut Bhair, apa yang dipertontonkan itu, sungguh tidak mendidik dan hanya akan mencederai pesta demokrasi.

Biasanya, tambah Bhair, tindakan ini tidak diketahui oleh kandidat yang bersangkutan namun mau tidak mau, suka tidak suka, tetap bagi kami ini cara-cara yang tidak sehat dan merusak tatanan berdemokrasi.

Bhair meminta pihak terkait dalam hal ini Bawaslu mengambil sikap dan tidak membiarkan cara-cara tidak sehat terus terjadi.

“Biarkan masyarakat yang memilih dan menentukan pilihannya bukan justru saling menjatuhkan atau menyerang pribadi. Para kandidat sebaiknya menjual ide dan gagasan jika kelak terpilih,” tandas Bhair Samatan, Jumat 23 Juni 2023.

Abcandra Muhammad Akbar Supratman adalah calon anggota DPD RI dapil Sulawesi Tengah dengan tagline Senator Muda Harapan Baru Kaka Yang Baju Hitam dengan sederet pengalaman dan disiplin ilmu yang memadai.

Menanggapi nasari tidak elok yang ditujukan kepada Akbar Supratman, Bhair menegaskan bahwa itu sangat kontradiksi dengan sepakterjang putra sulung Dr. Supratman Andi Agtas.

“Akbar Supratman yang saya kenal adalah lulusan Universitas Trisakti dengan gelar sarjana hukum dan saat ini sedang menempuh pendidikan magister di salah satu Universitas ternama di Indonesia. Selain itu, ia juga memiliki sederet pengalaman memimpin organisasi besar di Sulteng dan Ibu Kota Jakarta,” ujarnya.

Olehnya, Bhair mengimbau kepada masyarakat Sulawesi Tengah untuk tetap mengedepankan kesantunan dalam berpolitik dengan tidak melecehkan dan meremehkan orang lain.

“Mari berpolitik riang gembira dengan kening tak berkerut,” pungkas Bhair. (Gina)

About rajawalipost

Check Also

Seleksi Ketat Polda Sulteng Untuk Pengawal Pribadi Calon Gubernur, Bupati dan Walikota untuk Pilkada 2024

RajawaliPost, Palu – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) sedang mengadakan seleksi ketat untuk memilih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *